Pesepakbola Asal Nigeria Ini Klaim Kalau Gerrard dan Rangers Telah Permalukan Dirinya

Steven Gerrard (kiri) dan Umar Sadiq ketika masih berada satu tim di Rangers via sundaypost.com
Sumber.com - Pesepakbola berusia 22 tahun asal Nigeria, Umar Sadiq, baru-baru ini telah memberikan pernyataan yang cukup menggemparkan publik terkait perlakuan yang telah diberikan Steven Gerrard serta Rangers terhadap dirinya. Umar Sadiq telah memberikan pernyataan serangan yang ditujukan untuk mantan pemain Liverpool yang kini tengah menukangi skuat Rangers.
Umar Sadiq yang direkrut Rangers pada tahun 2018 dengan status pinjaman dari AS Roma merasa telah dipermalukan oleh pelatih serta klubnya sendiri ketika telah bergabung dengan Rangers. Sejak direkrut dengan status sebagai pemain pinjaman, Sadiq tercatat hanya mampu mencatatkan empat penampilan saja untuk tim utama Rangers.
Sadiq telah memberikan komentar offensive kepada mantan pelatihnya di Rangers. Pemain yang berposisi sebagai seorang penyerang itu merasa telah dikhianati dan dianggap sampah oleh Gerrad serta klubnya saat memutuskan untuk meniti kariernya di kompetisi sepakbola kasta teratas Skotlandia.
Umar Sadiq hits out at Rangers manager Steven Gerrard for "humiliating" him at the club - https://t.co/AdHF0fipaS pic.twitter.com/wBfHIOuC7M
— Squawka News (@SquawkaNews) March 26, 2019
Sadiq mengaku kalau dirinya sama sekali tidak bisa merasa tenang sejak pertama kali tiba di Rangers, terlebih ketika Rangers memutuskan untuk mendatangkan penyerang baru, Kyle Lafferty. Sejak kedatangan Lafferty, posisi Sadiq di klub Skotlandia itu semakin tidak menentu. Ia mulai merasa tersingkir dari skuat Rangers bahkan ia juga merasa diasingkan dengan dikirim ke tim junior Rangers.
Berbicara mengenai keputusan Rangers yang mengirimkan dirinya ke tim junior Rangers, Sadiq mengatakan kalau klub telah berlaku tidak adil kepada dirinya. Ia mengklaim kalau secara tiba-tiba Rangers meminta dirinya untuk tidak lagi menggunakan ruang ganti di tim utama dan menyimpan segala perlengkapannya di ruang ganti tim junior. Tak hany itu, Rangers juga telah melarang Sadiq untuk memarkir kendaraan pribadinya di markas latihan timnya.
"Ketika saya tiba di Rangers, saya bahkan tidak bisa tenang sebelum pada akhirnya mereka mendatangan penyerang lain yaitu Kyle Lafferty," buka pernyataan Umar Sadiq seperti dilansir Sundaypost.com.
"Saat itulah masalah dimulai, dan situasi saya segera berubah menjadi mimpi buruk. Secara tiba-tiba saya diberi tahun bahwa saya tidak bisa menggunakan ruang ganti tim utama lagi. Saya juga diminta untuk menyimpan perlengkapan dan berganti pakaian dengan tim junior Rangers," paparnya.
"Kemudian, setelah beberapa hari kemudian, saya juga dilarang memarkir mobil saya di markas latihan mereka. Saya merasa terhina dan terus bertanya apa alasan perubahan kebijakan klub terhadap saya. Tetapi saya tidak pernah menerima jawaban untuk masalah itu. Gerrad (pelatih Rangers) tidak akan bisa memberikan penjelasan tentang masalah itu, baik kepada saya pribadi maupun perwakilan saya," bebernya.
"Saya benar-benar percaya bahwa saya tidak diberikan kesempatan yang adil untuk menunjukkan apa yang seharusnya bisa saya lakukan. Mereka benar-benar membuat saya seperti orang asing," tutup sang pemain.
Melansir Sportbible, Umar Sadiq juga pernah dijatuhi denda oleh Rangers sebesar 20 ribu pounds dikarenakan tindakan tidak terpuji yang ia lakukan dengan akun media sosial instagram pribadinya. Sadiq juga telah mengklaim kalau Rangers tidak membayar gajinya selama bulan Desember.
Saat ini, pemain yang tercatat sebagai penggawa Tim Nasional Nigeria U23 sedang melanjutkan dan membangun ulang kariernya bersama klub Serie B, Perugia. Sang pemain memutuskan untuk kembali ke Italia pada 9 Januari 2019 kemarin, dan masa pinjamannya akan berakhir pada 30 Juni mendatang.
