Protes 4 Tim Ditolak Pengadilan Banding MotoGP, Winglet Ducati Dianggap Legal

Protes 4 Tim Ditolak Pengadilan Banding MotoGP, Winglet Ducati Dianggap Legal

313582810

Perangkat aerodinamika winglet motogp via juara.net

 

Sumber.com - Federasi Balap Motor Internasional (FIM) telah mengonfirmasi bahwa perangkat aerodinamika (Winglet) yang digunakan Ducati terhadap para pembalapnya di MotoGP Qatar 2019 kemarin legal dan sah. Keputusan ini diresmikan setelah pengadilan banding MotoGP telah menolak ajuan protes dari empat tim peserta MotoGP musim ini yang menganggap penggunaan winglet tersebut merupakan ilegal.

 

Tiga hakim dari Pengadilan Banding MotoGP dalam sidan yang dilakukan pada Selasa (26/3) telah menyatakan bahwa winglet milik Ducati sah dan tidak sama sekali menyalahi aturan. Sebelumnya, empat tim MotoGP 2019 yakni Aprilia, KTM, Honda, dan Suzuki telah melakukan protes dan keberatan atas penggunaan perangkat aerodinamika tersebut di sirkuit Qatar. Seperti kita ketahui bersama bahwa Andrea Dovizioso (Ducati) berhasil jadi yang tercepat pada seri perdana MotoGP musim ini. 

 

Setelah mengetahui bahwa Dovi menggunakan perangkat aerodinamika tambahan di motornya. Empat tim MotoGP pun langsung menyatakan keberatan bahkan meminta FIM serta MotoGP untuk mencabut status juara Dovizioso di Qatar kemarin. Namun setelah digelarnya sidang oleh Pengadilan Banding MotoGP, kasus tersebut dinyatakan telah selesai dengan keputusan penggunaan winglet oleh Ducati merupakan hal yang legal.

 

 

Penggunaan winglet yang ditempatkan di swingram diyakini untuk membantu mendinginkan ban dan memberikan cengkeraman lebih erat lagi saat mengarungi tikungan di Sirkuit, Losail, Qatar. Akan tetapi, setelah digelarnya sidang terkait adanya protes serta ajuan banding dari empat tim MotoGP, penerapan aerodinamis tersebut ternyata tidak menyalahi aturan. 

 

"Tim-tim yang melakukan protes menganggap perangkat tersebut punya fungsi utama sebagai sebuah perlengkapan aerodinamis dan karenanya tidak sejalan dengan regulasi teknis MotoGP," demikian bunyi pernyataan Pengadilan Banding MotoGP seperti dilansir Motorsport.com.

 

"Banding yang diajukan Tim Aprilia, Tim Suzuki, Tim Honda dan Tim KTM dapat diterima. Hasil balapan sementara dikonfirmasi dan dinyatakan sebagai final. Permintaan untuk menyatakan Perangkat ilegal dan melarang penggunaannya dalam balapan di masa depan ditolak."

 

Usai mendapatkan keputusan tersebut, Tim Manajer Suzuki, Davide Brivio, berkilah bahwa sejak awal pihaknya tidak pernah mengajukan permintaan untuk mencabut status juara Dovizioso di Qatar karena menggunakan winglet. Akan tetapi, protes hanya dilakukan untuk mendapatkan kejelasan mengenai aturan, regulasi serta beberapa panduan mengenai perangkat aerodinamika motor di ajang MotoGP.

 

"Dengan mengajukan protes ini kami memaksa mereka melakukan evaluasi, untuk memberi keputusan, dan untuk mengklarifikasi prinsip aturannya, regulasinya, dan aturan mainnya. Ini adalah tujuan utama aksi kami: mendapat kejelasan kenapa kami bisa dan kami tidak bisa melakukan sesuatu," tegas Brivio.