5 Alasan Mengapa Jon Moxley (Dean Ambrose) Bergabung Dengan AEW, Setuju Dengan Nomor 4?

Jon Moxley, aka. Dean Ambrose, resmi bergabung dengan All Elite Wrestling via Forbes
Sumber.com - Event Double or Nothing yang digelar oleh All Elite Wrestling (AEW) menghadirkan kejutan yang tidak disangka-sangka oleh para fans, yaitu kemunculan Jon Moxley, yang dikenal juga dengan nama Dean Ambrose, di penghujung acara. Memang sudah ada rumor yang mengatakan kalau mantan anggota The Shield itu akan bergabung di AEW, tapi tidak ada yang menyangka kalau rumor tersebut menjadi kenyataan dalam waktu yang begitu cepat.
Namun muncul pertanyaan di benak para fans; mengapa Moxley dengan cepat meninggalkan masa lalunya di WWE dan langsung bergabung dengan AEW? Apa yang membuat dia memilih AEW ketimbang WWE? Buat Kawan Sumber yang penasaran, kali ini Sumber akan beberkan ? alasan Jon Moxley bergabung dengan AEW.
1. Kontrak Bernilai Tinggi

Tony Khan, pemilik dan co-founder dari AEW via Sportskeeda
WWE memang menawarkan kontrak yang cukup lumayan agar para bintangnya mau bertahan di perusahaan tersebut, namun bukan rahasia umum lagi kalau AEW menjanjikan kontrak yang menggiurkan kepada pegulat yang mereka kontrak. Perusahaan gulat baru itu disponsori oleh Tony Khan, pengusaha kaya yang juga merupakan co-owner dari tim NFL Jacksonvile Jaguars dan tim Premier League Fulham F.C.
Chris Jericho bahkan berkata kalau kontrak AEW adalah kontrak terbesar yang pernah ia terima seumur hidupnya, jadi hal yang sama pastinya berlaku bagi Moxley. Tapi uang bukanlah satu-satunya faktor yang membuat Moxley bergabung dengan AEW. Lantas apa lagi?
2. Privilege Untuk Dapat Tampil Di Acara Promotor Lain

AEW menjalin kerjasama dengan ROH dan NJPW via Cultaholic.com
WWE memiliki aturan ketat yang melarang pegulatnya untuk tampil di acara milik perusahaan gulat lain. Artinya pegulat WWE tidak dapat berpartisipasi dalam acara yng diadakan oleh promotor seperti Ring Of Honor (ROH), New Japan Pro Wrestling (NJPW), ataupun ajang indie lainnya. Namun AEW memberikan privilege tersebut kepada pegulat mereka.
Ini membuat Moxley dapat tampil di event-event seperti "Wrestling Kingdom" milik NJPW atau "Final Battle" milik ROH. Kebebasan ini memberikan Moxley kesempatan untuk berkarir di tempat lain dan berhadapan dengan pegulat-pegulat yang sebelumnya belum pernah ia temui. Kesempatan untuk berkarir di berbagai tempat merupakan salah satu impian yang diidam-idamkan oleh semua pegulat profesional.
3. Kesempatan Mengembangkan Karir

Moxley dapat berhadapan dengan lawan-lawan baru di AEW via Fotor.com
Disamping kebebasan untuk berkarir di ajang milik perusahaan gulat lain, Moxley juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan karirnya lebih jauh lagi di AEW. Meskipun sudah mencapai kesuksesan baik bersama The Shield ataupun secara solo di WWE, karir Dean Ambrose dalam beberapa tahun belakangan ini seolah tidak menentu. Bahkan WWE tampak kehabisan akal ketika menempatkan Ambrose dalam pertandingan "Intergender" melawan Nia Jax.
Namun di AEW, Moxley akan memiliki kesempatan untuk menjajal hal yang sebelumnya tidak bisa dia lakukan di AEW. AEW juga mengatakan kalau mereka tidak membatasi para pegulat dengan skrip/naskah dan membiarkan mereka melakukan apa yang dirasa perlu untuk dapat berkembang. Moxley juga dapat mengasah kemampuan yang ia miliki dengan berhadapan dengan pegulat-pegulat sekelasnya seperti Joe Janella dan Jimmy Havoc. Melalui kesempatan ini, Moxley dapat membuktikan kalau selama ini WWE telah salah menggunakan bakat yang dia miliki.
4. Kebebasan Dalam Menentukan Gimmick

Moxley dengan gimmick "Unhinged" via Planeta Wrestling
Semua fans gulat pasti setuju kalau tim kreatif WWE adalah sekumpulan orang yang paling tidak tahu apa-apa tentang gulat profesional. Banyak pegulat-pegulat bertalenta yang tersia-siakan karena tim kreatif WWE tidak bisa memberikan mereka "gimmick" yang pantas, dan Dean Ambrose adalah salah satu dari korban kebodohan tersebut.
AEW jelas-jelas mengkonfirmasi kalau kebebasan dalam menentukan karakter akan sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing pegulat. Ini artinya Moxley dapat menentukan karakter seperti apa yang ingin ia perankan ketika berada di dalam ring. Kawan Sumber yang menonton Double or Nothing pastinya dapat melihat sendiri penampilan dan persona yang ditunjukan oleh Moxley, benar-benar terlihat sebagai "Lunatic Fringe" yang sesungguhnya.
5. Status Sebagai "Main-Eventer"

AEW memperlakukan Moxley layaknya seorang superstar top via The Sun UK
Meskipun karirnya terkubur oleh tim kreatif WWE, Dean Ambrose tetaplan merupakan salah satu pegulat yang paling disukai oleh fans WWE. Namun sayangnya, WWE tidak mau mendengar antusiasme para fans tersebut dan lebih memilih untuk memberikan push kepada pegulart seperti Roman Reigns atau kepada si mantan pekerja paruh waktu, Brock Lesnar.
Tapi Kawan Sumber bisa lihat sendiri bagaimana cara AEW memperlakukan Moxley di Double or Nothing. Dia muncul layaknya seorang pegulat top, disertai dengan sorak-sorai dukungan dari para fans, menampilkan finisher nya kepada Chris Jericho dan Kenny Omega, dan berpose layaknya seorang juara. Sorotan itu lah yang seharusnya diterima oleh seorang Dean Ambrose di WWE, namun Vince McMahon sepertinya terlalu tua untuk melihat sinar potensi yang dimiliki oleh Moxley.
Bahkan Tony Khan sendiri memuji Moxley dan mengatakan kalau dia akan menjadi salah satu bintang utama mereka yang akan tampil setiap minggunya. Dengan semua kelebihan tersebut, tidak aneh bukan kalau Moxley mau mencampakkan WWE dan bergabung dengan AEW?
