Lucu-Lucuan, Alasan Driver Ojol Ingin Lempar Kotoran Manusia Ke Aparat

Lucu-Lucuan, Alasan Driver Ojol Ingin Lempar Kotoran Manusia Ke Aparat

polisi tangkap driver ojek online provokasi lempar kotoran manusia ke panser

Foto: Merdeka

 

Sumber.com - Di media sosial beredar sebuah video driver ojol melakukan hal yang tak pantas saat terjadi kerusuhan 22 Mei. Driver tersebut berbicara dalam video dan mengajak warga untuk mengumpulkan kotoran manusia dan melemparkannya kepada aparat yang bertugas. Videonya pun menjadi viral. 

 

Saat ini pelaku sudah diamankan oleh kepolisian. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Jakarta Barat.

 

“Itu sudah ditangkap oleh Polres Jakarta Barat ya,” kata Kombes Argo saat dikonfirmasi, Senin (27/5/2019).

 

Setelah ditangkap, pelaku mengakui kesalahannya. Dia mengatakan bahwa pada dasarnya dia tidak berniat untuk mengancam polisi, namun perbuatannya itu dilakukan sekedar untuk lucu-lucuan. Dia pun mengaku tidak berafiliasi dengan dukungan politik manapun, dengan sengaja dia membuat video tersebut untuk meramaikan grup whatsapp.

 

"Spontan aja digrup. Niatnya buat lucu-lucuan. Nggak ikut dukung mendukung-dukung. Justru demi. Buat lempar lucu-lucuan," kata dia.

 

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial berisi seorang pria yang diduga driver ojek online mengajak masyarakat untuk menyerang panser. Pria itu menyerukan menyerang panser menggunakan kotoran manusia.



“Buat kawan-kawan yang masih punya stok pajangan t** gede-gede yang pada belum b** ya, tolong dibungkusin di plastik, bungkus di plastik,” kata pria berhelm itu seperti dilihat media , Jumat (25/4/2019).




Dia juga mengatakan bahwa hanya dengan kotoran manusia aparat bisa dilawan, dengan batu ga bisa karena polisi akan melakukan perlawanan.




“Percuma kita nggak bisa ngelawan pakai batu nggak bisa, pakai perasaan nggak bisa, dia pakai gas air mata. Kita harus pakai t** yang gede-gede, bener, kita masukin ke dalam panser pakai t**,” sambungnya.