Resmi Jabat Chief Football Officer AC Milan, Boban Ucapkan Terimakasih Pada Presiden FIFA yang "Interisti"

Zvonimir Boban via FIFA
Sumber.com - Sempat menjabat jabatan di FIFA dalam 3 tahun terakhir sebagai Deputi Sekretaris Jenderal FIFA, mantan pesepakbola asal Kroasia yang juga legenda AC Milan Zvonimir Boban akhirnya menerima tawaran dari manajemen AC Milan untuk kembali ke Italia sebagai Chief Football Officer menggantikan posisi yang ditinggalkan Leonardo.
Leonardo memilih meninggalkan AC Milan karena ketidakcocokan dengan Ivan Gazidis yang memecat Gennaro Gattuso dan menolak melanjutkan ide serta proyek yang telah dirintis sebelumnya. Paolo Maldini yang menjadi partner Leonardo pun akhirnya mencari seseorang yang dianggap mampu mewakili dan menjadi representatif dari kesuksesan AC Milan di masa lalu setelah Direktur Olahraga Lazio, Igli Tare yang sebelumnya diincar menolak.
OFFICIAL:
— TheMilanBible (@TheMilanBible) June 14, 2019
• Paolo Maldini is the new Technical Director of AC Milan.
• Zvonimir Boban is the new Chief Football Officer of AC Milan.
?⚫️ pic.twitter.com/vswn7Q2PE8
Nama Boban pun akhirnya menjadi pilihan setelah Maldini menganggapnya mampu mengemban tugas yang diberikan dari Elliot Management dan Ivan Gazidis dalam melakukan pembelian pemain yang krusial untuk pengembangan Milan di masa depan. Dengan konsep menjadi tempat pengembangan jangka panjang bagi para pemain muda terbaik baik dari Italia maupun negara-negara lain Milan akan diubah menjadi klub yang bisa mereguk keuntungan.
Krisis Finansial Fair Play dan kegagalan masuk zona Liga Champions musim ini membuat Milan harus menjual pemain sampai 100 juta euro untuk menyeimbangkan kas keuangan klub. Boban pun akan menjadi ujung tombak dalam perekrutan bersama Maldini.
Boban pun mengungkapkan dia harus berterimakasih kepada Gianni Infantino, Presiden FIFA asal Italia yang juga Interisti yang justru memperbolehkannya bergabung ke klub kesayangannya AC Milan untuk sebuah tugas baru. Infantino merasa sudah saatnya Milan berkembang dan kembali ke jalur juara.
Dalam ceritanya di media sosial pribadinya, ketika dirinya mendapat tawaran dari Milan melalui Maldini, Boban langsung terbang ke Italia dan menginap di rumah Maldini untuk mengetahui konsep yang diusung klub. Mereka berbincang hingga tengah malam dan dia langsung memutuskan untuk menerima tawaran ide pengembangan bersama Milan.
Boban:
— TheMilanBible (@TheMilanBible) June 14, 2019
"When Paolo called me to have my availability, I got in the car and I went to his house in Milano in the middle of the night to understand the state of things".
Welcome back legends ?⚫️ pic.twitter.com/f6EvM3IZD4
"Saya sangat senang kembali ke Milan, klub yang saya cintai dan saya akan memberikan kontribusi untuk membawa Milan kembali seperti sebelumnya dan klub ini seharusnya berada. Milan harus menjadi klub pemenang dan menjadi juara karena memang klub ini memiliki sejarah seperti itu. Ketika Paolo (Maldini) menanyakan saya terkait peluang saya bergabung, saya langsung menuju mobil dan pergi ke rumahnya di Milano di tengah malam untuk mengetahui dan mengerti apa yang menjadi tujuannya" kata Boban
Official statement from Boban + statement from Gazidis on both Maldini and Boban returning to the club. #ForzaMilan ?⚫️ pic.twitter.com/tFnNavvjWd
— TheMilanBible (@TheMilanBible) June 14, 2019
Reunited again. ?⚫️ ? pic.twitter.com/tlS4k0uPIc
— Milan Eye (@MilanEye) June 15, 2019
Baik Boban maupun Maldini pernah merasakan indahnya AC Milan ketika menjadi juara Eropa di tahun 1994 dan juga pernah merasakan pahitnya transisi klub ketika menurun hingga akhirnya bangkit dan menjadi juara pada musim 1998 bersama Alberto Zaccheroni. Akankah masa-masa itu terulang?
