Ustadz Felix Siauw dan Cap HTI Yang Melekat

Ustadz Felix Siauw dan Cap HTI Yang Melekat

Ustadz Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw via Tribunnews

 

Sumber.com - Ustadz Felix Siauw melakukan ceramah di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI. Dikabarkan, ceramah Felix sempat mendapatkan penolakan dari beberapa pihak. Namun atas restu Gubernur DKI Anies Baswedan, ceramah pun tetap terlaksana. Anies mengingaatkan bahwa isi ceramah bisa dilihat secara langsung melalui media sosial. 

 

Diketahui Felix adalah sosok yang pernah berkontroversi setelah melakukan pengakuan bahwa dirinya adalah anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). melalui sebuah video yang dipublikasikan Mei 1998. Dalam video tersebut dia mengaku menjadi bagian dari organisasi terlarang itu sejak 2006. 

 

"Kalau yang di-highlight sedikit adalah saya mendakwahkan khilafah, bertentangan dengan Pancasila. Padahal itu sebenarnya bisa kita bicarakan secara ilmiah. Karena itu bukan perkara komunisme, misalnya. Tapi itu bagian daripada Islam, mungkin sebagian orang salah paham," ucap Felix. 

 

Dalam perspektif pemerintah, HTI adalah organisasi yang kerap kritis terhadap pancasila. Itu sebabnya HTI dibubarkan. 

 

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan dirinya tidak tahu menahu soal ideologi HTI yang melekat di Felix. 

 

"Saya tidak tahu itu (keterlibatan HTI), yang penting kita tahunya dia ustaz, dan dia mau ngasih kultum (kuliah tujuh menit), masa kita tolak, begitu," ucap Chaidir, saat dihubungi, Rabu (26/6/2019).



Chaidir menjawab pertanyaan wartawan mengenai apakah pihaknya mengetahui bahwa Felix Siauw pernah menjadi anggota HTI.

 

"Saya nggak tahu (soal HTI), saya tidak tahu. Hal itu saya tidak tahu. Setahu kita dia ustaz. Titik. Kriteria punya kompetensi agama dan ingin mengisi kultum, kuliah tujuh menit pasca salat Zuhur. Tadi kan juga masalah kerohanian saja," tambah dia. 

 

GP Anshor kemudian proters terkait jadwal ceramah Felix. Namun Anies tetap memastikan semua undangan harus disebar. Dia mengatakan bahwa semu pihak harus menghargai pemprov yang telah menyebarkan undangan. Dan lagi, ceramah merupakan forum terbuka yang bisa disaksikan oleh semua orang.

 

"Oh.. cek sama panitia. Tapi intinya begini, kalau Pemprov undang, hargai undangan itu. Hargai saja kemudian, toh forum terbuka. Semua bisa dengarkan, menyaksikan," kata Anies saat diwawancara wartawan.