Amin Rais Sebut Banyak Genderuwo di Hotel Borobudur. Apa Maksudnya?

Amin Rais Sebut Banyak Genderuwo di Hotel Borobudur. Apa Maksudnya?

wp 1553618386312 748923409

Foto; Senayanpost

 

Sumber.com - Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais menyebut banyak genderuwo di Hotel Borbudur Jakarta. Itu sebabnya, Amien meminta agar pemilu tidak dilakukan di hotel tersebut. 

 

"Besok perhitungan hasil pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur. Mereka banyak jin, banyak genderuwo di sana," katanya dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen, Selasa (26/3/2019). 

 

Genderuwo yang dimaksud Amien adalah hacker yang bisa memanipulasi data terkait pemilu. Amien menambahkan jauh lebih baik menyelenggarakan pemilu di tempat yang netral seperti Gedung Komisi Pemilihan Umum atau Dewan Perwakilan Rakyat.

 

"Lebih baik di KPU atau di DPR ya. Sekali-kali jangan di Hotel Borobudur. Saya tahu di sana ada banyak sekali hacker dan lain-lain. Jadi kita yang sadar, jangan pernah di Borobudur itu," tambah dia.

 

Sementara, Hotel Borobudur Jakarta membantah tudingan tersebut. Pihak hotel menyebut tudingan Amien tidak berdasar karena tidak dapat dibuktikan.

 

"Kami menolak dengan tegas pernyataan yang tidak berdasar dan tidak dapat dibuktikan tersebut," kata Marketing Communications Manager Hotel Borobudur, Rizki Permata Sari, Kamis (28/3).

 

Rizki menambahkan bahwa Hotel Borobudur tidak selamanya mengadakan acara yang berbau politik, namun juga menyelenggarakan kegiatan disertai kearifan lokal.

 

"Kami juga menyediakan fasilitas lengkap dan pelayanan yang disertai kearifan lokal, sehingga beragam hal yang dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan para tamu sangat kami hindari," sambungnya. 

 

Diketahui sebelumnya Komisioner KPU Viryan Azis juga telah menanggapi pernyataan Amien Rais tersebut dan menegaskan bahwa perhitungan suara pada pemilu serentak 2019 tidak dilakukan di Hotel Borobudur Jakarta, melainkan di kantor KPU.



Adapun mengutip wawancara Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, dinyatakan pula tidak ada preferensi khusus dari KPU untuk memilih hotel saat tabulasi suara. Pada 2014, Wahyu menyebut tabulasi suara berlangsung di kantor KPU.