Video: Gregoria Mariska Tunjung Dibuat Kelabakan Melawan Susy Susanti di Pelatnas PBSI Cipayung

Video: Gregoria Mariska Tunjung Dibuat Kelabakan Melawan Susy Susanti di Pelatnas PBSI Cipayung

medium 4f88cdfedb7caf70dd3cee053b789ad5

Legenda bulutangkis tanah air Susy Susanti via juara.net

 

Sumber.com - Legenda bulutangkis tanah air, Susy Susanti memang telah pensiun dari dunia yang telah membesarkan namanya. Kendati begitu, bakat serta kemampuan bermain bulutangkisnya tidak pudar dengan begitu saja. Peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona ini ternyata masih cukup bugar dan mampu membuat pemain usia muda cukup kelabakan menghadapi dirinya.

 

Mengutip pada postingan akun twitter resmi Humas dan Media Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Susy Susanti terlihat sedang menjalani sesi latihan ringan bersama tunggal putri andalan Indonesia untuk saat ini, Gregoria Mariska Tunjung di pelatnas PBSI Cipayung pada Kamis (28/3). 

 

Dalam sesi latihan tersebut, Susy dan Gregoria terlihat tengah memainkan sebuah pertandingan 1 vs 1. Dalam pertarungan antar senior menghadapi junior tersebut tampak terlihat kalau Susy Susanti mampu membuat Gregoria cukup kelabakan menghadapi dirinya. 

 

 

Susy yang saat ini telah berusia 48 tahun tampak terlihat prima serta masih aktif berperan sebagai atlet profesional. Hal itu terlihat dari pukulan-pukulannya yang masih sangat akurat dan mampu membuat Gregoria kesulitan untuk melakukan pengembalian shuttlecocks.

 

Tak hanya terlihat lebih dominan dari Grego dalam bola-bola panjang maupun pukulan-pukulan keras yang mengarah ke sudut kosong dari juniornya. Susy juga ternyata masih sangat cerdik dan jago saat memainkan netting dengan Gregoria. Teriakan Susy juga terdengar seperti masih muda, ia sesekali memberikan motivasi dan semangat kepada Gregoria yang terlihat cukup kelelahan menghadapi dirinya. 

 

Tak ayal, jika netizen berkomentar kalau Susy Susanti masih layak bermain dua hingga tiga tahun lagi. Beberapa netizen juga ada yang menyatakan harapannya agar Susy bisa kembali menjadi atlet pelatnas PBSI. Hal itu mungkin dimaksudkan karena para tunggal putri tanah air saat ini yang masih belum bisa berbicara banyak di level internasional.