Teroris Tewaskan 40 Orang Jemaah Jumat Di Dua Masjid Kota Christchurch, Selandia Baru

Teroris Tewaskan 40 Orang Jemaah Jumat Di Dua Masjid Kota Christchurch, Selandia Baru

chris

Jemaah shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru jadi korban serangan teroris via ABC News

 

Sumber.com - Jumat in menjadi salah satu hari terkelam dalam sejarah Selandia Baru. Reputasinya sebagai salah satu negara paling tolerir terhadap keberagaman tercoreng setelah kasus penembakan masal yang dilakukan teroris kepada jemaah Islam yang tengah menjalankan ibadah shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru.

 

Dilansir dari ABC News, penembakan dilakukan pada dua mesjid yang terletak di Kota Christchurch, Selandia Baru. Serangan terori tersebut menelan total 40 korban jiwa dan lebih dari 20 orang mengalami luka-luka. Polisi dilaporkan telah menahan 4 orang yang diduga sebagai pelaku penyerangan kedua mesjid tersebut. Berita ini juga dikonfirmasi langung oleh Perdana Menteri Selandia Baru, Jessica Ardern.

 

 

CNN juga melaporkan kalau pelaku kemungkinan besar adalah penganut paham ekstrimis yang menjunjung ideologi anti-Islam dan anti-imigran. Sebelum penembakan tersebut pelaku dilaporkan mengupdate sebuah post dengan link yang berisi 87 halaman manifesto tentang ideologi anti-Muslim dan anti-imigran, serta kronologi penembakan yang akan dia lakukan.

 

Laporan saksi mata menyebutkan kalau salah satu pelaku adalah warga negara Australia dengan perawakan kulit putih, berusia 30 hingga 40 tahun, dan mengenakan seragam. Ini kemudian dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Dalam pidatonya Morrison melabel pelaku dengan sebutan "teroris keji dari kaum ekstrimis sayap kanan".

 

 

Sebelumnya juga beredar di media sosial Facebook dan Twitter video dari kejadian penembakan tersebut. Dalam video itu seorang pria dengan senjata "Auto" berwarna hitam masuk ke dalam mesjid dan menembak setiap orang yang dia lihat. Facebook dan Twitter telah menghapus dan mengsuspen akun yang menyebarkan video tersebut.

 

Pihak kepolisian Selandia Baru hingga saat ini memperketat pengaman di sekitar are masjid dengan asumsi kalau akan ada serangan susulan.