Ada Apa Sebelum Alam Semesta 'Ada'?

Ilustrasi Via Dream
Sumber.com - Dewasa ini Big Bang dianggap sebagai asal muasal terciptanya alam semesta. Dentuman yang dahsyat ini melahirkan alam semesta yang terus mengalami perkembangan, salah satunya menghasilkan miliaran galaksi, termasuk Bima Sakti tempat kita tinggal.
Apa yang terjadi sebelum Big Bang? Pertanyaan ini kerap diajukan oleh fisikawan dan hingga kini belum ada jawaban pasti. Namun Fisikawan yang menghabiskan seumur hidupnya di atas kursi roda ternyata punya teori sendiri. Menurutnya, sebelum Big Bang terjadi, di alam semesta tidak ada apa-apa.
Dilansir melalui Xinhua Net, Selasa, 5 Maret 2018, Stephen Hawking percaya jika sejatinya tidak ada apa-apa sebelum alam semesta dan bumi ini lahir. Hawking menegaskan hal ini saat berbicara di acara televisi National Geographic.
"Kita kenal teori Big Bang, peristiwa kelahiran sesuatu yang dimulai dari hal kecil kemudian menjadi tumbuh besar. Big Bang inilah cikal bakal alam semesta yang terbentuk miliaran tahun lalu. Sampai sekarang, alam semesta masih berkembang dan masih mencari bentuknya. Lalu sebelum Big Bang ada apa? Tidak ada apa-apa," ujar Hawking.
Hawking mengatakan bahwa pada dasarnya alam semesta tidak memiliki batasan. Berangkat dari asumsi tersebut, Hawking menyebut bahwa sebelum Big Bang maka tidak ada apa-apa di alam semesta.
"Batasan dari alam semesta? Alam semesta tidak punya batasan," sambungnya.
Dalam teori Big Bang, alam semesta diyakini secara retrospektif dapat menyusut seukuran bola 'subatomik' yang sangat kecil, yang dikenal sebagai singularitas. Menurut Hawking, hukum fisika dan waktu berhenti berfungsi di dalam partikel dan energi yang kecil dan panas. Dengan kata lain, waktu menyusut tak terbatas karena alam semesta menjadi semakin kecil namun tidak pernah mencapai titik awal yang pasti.
Untuk membantu orang lebih memahami keadaan abstrak dan membingungkan ini, Hawking menyebut sebuah analogi antara waktu terdistorsi dengan teori filsuf Yunani Kuno Euclid tentang ruang-waktu, permukaan tertutup tanpa akhir.
"Tidak pernah ada Big Bang yang menghasilkan sesuatu dari nol, sepertinya itu dari sudut pandang manusia," kata Hawking.
