Tiga Sosok Yang Dianggap Penemu Tongsis. Siapa Paling Pantas?

Foto: tribunnews
Sumber.com - Istilah Tongsis bukan sesuatu yang asing untuk kaum milenial. Benda tersebut adalah bawaan wajib bagi mereka yang hobi berselfie ria, untuk sekedar memamerkan berbagai pengalaman ke dalam media sosial. Kini benda tersebut bisa didapatkan dengan mudah dan dijual dimana saja.
Siapa penemu tongsis?
Setidaknya ada tiga nama yang diklaim; Kenji Kawakami, Hiroshi Ueda, dan Wayne Fromm. BBC menulis, tongsis diciptakan dua kali dalam dua dekade terpisah, dan di dua sisi dunia yang berlawanan, serta hasil dari masalah yang sama sang penemu saat berlibur di Eropa.
Tongsis masuk dalam buku berjudul 101 Penemuan Jepang tak Berguna, dengan nama chindogu. Penemunya adalah Kenji Kawakami. Namun, dia pula yang mendifinisikan tongsis ciptaannya, yang terdaftar di Kantor Hak Paten, sebagai 'tak berguna'.
Catatan lain menyebutkan, Hiroshi Ueda adalah orang pertama yang menciptakan tongsis di tahun 1980-an. Ueda adalah pekerja perusahaan kamera Minolta dan seorang fotografer andal.
Ada kisah yang melatari Ueda menemukan tongsis.
"Setiap kali bepergian ke luar negeri, saya selalu menambil banyak foto," Ueda memulai ceritanya. "Saya selalu ingin berfoto bersama istri, tapi tidak setiap orang sudi membantu mengambil gambar diri dan istri saya."
Pengalaman mengenaskan Ueda terjadi di Museum Louvre, Paris. "Saat itu saya meminta seorang bocah mengambil gambar saya dan istri," kata Ueda. "Yang terjadi, si bocah membawa lari kamera saya."
Ketika datang lagi ke Eropa, Ueda tidak perlu lagi meminta tolong orang mengambil gambarnya. Ia menciptakanextender stick, atau tongkat yang bisa dipanjangkan dengan sekrup tripod. Dia juga menambahkan cermin di depan kamera sehingga bisa melihat apa yang dibidik.
"Filosofi penemuan ini adalah saya tidak boleh lagi tergantung pada orang lain saat berfoto," ujarnya.
Namun pengembangan temuan Ueda mengalami hambatan. Bagian Pengujian Minolta menemukan tongsis Ueda sulit laris, karena perempuan sangat malu mengambil foto sendiri. Meski demikian, Minolta tetap menghargai temuan itu dan mempatenkannya tahun 1983. Minolta coba memproduksi, tapi Ueda harus kecewa karena temuannya tak laris.
"Kualitas gambar foto menggunakan extender stick tak sangat baik," kenang Ueda.
Namun, ia tetap menggunakan tongsis ciptaannya.
"Ketika Minolta berhenti menjual temuan saya, saya tetap membawa tongsis ke mana pun saya pergi," lanjut Ueda.
Tahun 2003, satu dekade sebelum tongsis merajalela, masa paten Ueda habis. Minolta tak memperpanjangnya, karena memang tak laris. Kini, Ueda hanya bisa terperangah ketika menyaksikan semua orang membawa tongsis. Ia punya alasan filosofis untuk menghibur diri.
"Gagasan saya datang terlalu dini, atau mendahului zaman," ujarnya. "Tapi itu hanya satu dari 300 gagasan saya yang dipatenkan. Jadi saya menyebut tongsis sebagai penemuan 'pukul tiga pagi', atau penemuan terlalu dini."
Michael Pritchard, direktur jenderal Royal Photographic Society, mengatakan tongsis Ueda muncul ketika teknologi optik belum sehebat saat ini. Tongsis mengalami boomingkarena kinerja lensa lebih baik pada jarak pendek. Di Kanada, Wayne Fromm -- penemu mainan dan gadget -- tidak kenal Ueda dan tongsis yang dipasarkan Minolta. Tahun 2000, ia mengembangkan Quick Pod, sama dengan extender stick buatan Ueda.
Menariknya, kisah yang melatari penemuan Quick Pod sama dengan kisah Ueda dan extender stick-nya.
"Kami harus selalu minta tolong orang mengambil gambar saya," ujar Fromm.
Fromm melanjutkan; "Terakhir, saat saya harus menunggu orang yang bisa Bahasa Inggris agar saya bisa meminta tolong mengambil gambar saya dan putri saya, saya tanpa sadar melamun; bagaimana jika kamera ini melayang dan saya bisa memotret diri saya sendiri."
Sepulang dari liburan di Eropa, Fromm mempelajari teknologi payung. Ia membeli 20 payung, dan membongkarnya. Sage, putrinya, sempat berpikir ayahnya sudah gila. Kerja keras Fromm tidak sia-sia. Ia menciptakan tongsis-nya. Setelah itu, selama satu dekade terakhir, Fromm mempromosikan temuannya di saluran belanja QVC dan acara televisi seperti Dragon Den.
Belakangan, Fromm tahu ia bukan penemu tongsis pertama. Ia mengakui Ueda adalah penemu pertama, dan menyebut tongsis buatan karyawan Minolta itu sebagai prior art.Namun, ia yakin booming tongsis saat ini berkat dirinya.
"Sepuluh tahun saya mempromosikan tongsis temuan saya, dan itulah yang kini mempengaruhi banyak orang," ujarnya.
Ketika booming terjadi, Ueda memproduksi tongsis-nya lagi. Fromm dan Ueda meraih sukses luar biasa. Namun lebih banyak orang mengambil keuntungan dari booming tongsis, dengan memproduksi produk murahan. Bagi Fromm dan Ueda, semua ini bukan sekadar tentang uang.
"Anda akan merasa gembira ketika dunia menikmati ciptaan Anda. Jadi, saya senang dunia memeluk tongsis," ujar Ueda.
Namun, bulan madu orang-orang narsis dengan tongsis tidak berlangsung lama. Kini, tongsis adalah barang haram yang tidak boleh dibawa ke stadion, konser musim, museum, dan konferensi.
