Usai Balapan MotoGP Argentina, Cal Crutchlow Mengamuk dan Hampiri Juri, Apa Alasannya?

Cal Crutchlow via dailystar.co.uk
Sumber.com - Rider LCR Honda Castrol, Cal Crutchlow, tampaknya menjadi salah satu pembalap yang paling kecewa di MotoGP Argentina. Ia mengaku sangat merasa kecewa karena telah diberikan hukuman penalti dalam gelaran MotoGP Argentina yang berlangsung Termas de Rio Hondo pada Senin (1/4) dini hari WIB.
Confirmation of the ride through penalty!
— FOX Sports LIVE! (@FSAsiaLive) March 31, 2019
Cal Crutchlow has been penalised for THIS jump start.#MotoGP #ArgentinaGP pic.twitter.com/Npg3a5Swa6
Akibat hukuman penalti yang dilayangkan kepada sang pembalap, Crutchlow hanya bisa mengakhiri balapan dengan menempati posisi ke-13 di klasemen MotoGP Argentina. Pembalap asal Inggris ini harus diberikan penalti karena melakukan pelanggaran usai melakukan aksi jump start. Atas pelanggarannya tersebut, Cal diharuskan untuk melewati pit lane yang membuatnya harus kehilangan banyak waktu, padahal saat itu, ia menjalani balapan dari grid kedelapan.
Here is the video from Race Direction showing Crutchlow’s jump start at the #ArgentinaGP
— MotoGP™ ?? (@MotoGP) March 31, 2019
The explanation of how he was penalised for this can be found under article 1.18 section 14 of the rule book (see the tweet below for full description). pic.twitter.com/1zWN2PG0pO
Usai menjalani balapan MotoGP Argentina, Cal Crutchlow dilaporkan mengamuk dan langsung mendatangi kantor juri balap (Stewards). Sang pembalap marasa tidak bisa menerima keputusan penalti yang telah diberikan oleh race direction kepada dirinya. Ia juga diklaim telah melakukan adu komentar dengan juri balap usai balapan berakhir.
Rider berusia 33 tahun itu tetap menyangkal bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan pelanggaran. Lagipula apa yang telah ia lakukan hanyalah sebuah gerakan kecil karena dirinya sedang mencoba menyeimbangkan motor dengan kakinya. Ia juga mengklaim pergerakan itu tidak membuat motornya maju satu centimeter pun melebihi batas grid balapan.
"Itu bukan jump start, Freddie Spencer (kepala stewards) seharusnya mikir dulu, dia balapan sejak 1980 ketika dia selalu jump start setiap saat. Saya tidak tahu apa masalahnya denganku," jelas Crutchlow seperti dilansir Gridoto.com.
"Kami sangat kecewa dengan hasil balapan ini mengingat saya harus dijatuhi penalti akibat penilaian mereka (steward) tentangjump start, di mana kami sama sekali tidak bisa menerimanya," lanjutnya.
Crutchlow juga sempat membandingkan insiden yang tengah menimpanya dengan para pembalap lain, terutama mereka yang menyandang status sebagai pembalap andalan di MotoGP. Ia menilai kalau hal yang ia lakukan kemudian dialami oleh Marc Marquez atau Valentino Rossi, maka pelanggaran tersebut mungkin tidak akan diberikan.
"Masalahnya adalah saya tidak percaya mereka akan memberikan penalti seperti ini jika itu menimpa seseorang seperti Marc, Vale, Dovi, atau seseorang lainnya. Tidak ada maksud saya untuk menunjuk Valentino atau siapa pun, tetapi saya membicarakan tentang seseorang yang punya reputasi tinggi," cetusnya.
"Katakanlah Marc melakukan seperti yang saya lakukan, dan dia sedang memimpin balapan, apakah Anda berpikir bahwa steward akan memberikan penalti?
Lebih lanjut, sang pembalap mengungkapkan rasa kekecewaannya, karena steward sama sekali tidak memberikan penjelasan yang bisa menenangkan hatinya ketika ia melontarkan protes bersama timnya selama 10 menit lamanya.
"Ini konyol, benar-benar konyol. Mereka tidak mengatakan apapun, satu kata pun tidak padahal saya sedang ada disana. Saya protes dan ada disana sekitar 10 menit, saya bilang bahwa saya tidak bergerak, bersama tim saya juga, dan tidak seorang pun dari mereka mengatakan sesuatu," pungkasnya.
MotoGP Argentina ini sendiri berhasil dimenangkan oleh Marc Marquez dengan catatan waktu 0.41.34.688 yang diikuti Valentino Rossi di urutan kedua, kemudian Andrea Dovizioso di tempat ketiga. Di klasemen sementara, Marquez berhasil menempati posisi puncak dengan mengoleksi 45 poin diikuti Dovizioso dengan 41 poin serta Valentino Rossi (31 poin).
