Akunnya Diretas, Said Didu Ogah Lapor Polisi. Kenapa?

Akunnya Diretas, Said Didu Ogah Lapor Polisi. Kenapa?

kritik jokowi said didu ingin mendirikan museum anti kebohongan

Foto: Merdeka

 

Sumber.com - Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu mengaku dirinya mengalami peretasan di akun Twitter pribadinya. Peretasan tersebut membuat Said melakukan konfrensi pers dan menjelaskan duduk perkaranya. Meski mengalami peretasan, Said mengaku dirinya ogar mempermasalahkannya ke pihak kepolisian. 

 

Said mengatakan bahwa jika melapor ke polisi tidak akan membuat akunnya kembali karena akan diambill alih. Selain itu, hal-hal yang sifatnya pribadi seperti nomor telepon yang dipakan akan ditanyakan oleh polisi, termasuk e-mail dan juga paswordnya.

 

“Orang menyatakan kenapa tidak melapor kepolisi. Pengalaman teman-teman, berbagai kasus kalau kita lapor polisi maka semua identitas pribadi media sosial kita diambil alih. Ditanyakan handphone, dikasih nomor, semua nomor handphone kita dipakai. Kemudian email kita diminta paswordnya segala,” kata dia dalam konferensi pers yang digelar di Es Teler 77 Jakarta pada Minggu (14/4). 

 

Dia menambahkan bahwa jika melapor maka dipastikan dirinya tidak bisa lagi bermain media sosial karena data-data pribadi diambil alih dan tidak akan bisa kembali.

 

“jadi kalau dilaporkan, malah kita tidak bisa lagi bermain media sosial, karena identitas pribadi kita sudah diambil alih semua dan faktanya tidak ada yang pernah bisa kembali atau diungkap siapa yang melakukan pengambilalihan akun tersebut,” sambungnya.

 

Diketahui sebelumnya akun Twitter Said Didu mengalami peretasan beberapa saat setelah acara Debat Capres Kelima yang digelar di Hotel Sultan Jakarta Sabtu (13/4). Setelah diretas akun tersebut melakukan cuitan terkait dukungan Ustadz Abdul Somad terhadap Prabowo Subianto.

 

Akun tersebut mencuit bahwa dukungan UAS adalah rekayasa karena dilakukan demi sejumlah uang.