Menghilang, Kemana Nusron Wahid?

Menghilang, Kemana Nusron Wahid?

pd2swp8pyknycl9gyk7q

Foto: Kumparan

 

Sumber.com - Nama Nusron Wahid tentunya sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Politisi Golkar tersebut adalah sosok yang sudah makan garam di dunia politik tanah air. Nusron Wahid adalah Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron juga sempat menjadi Anggota DPR RI periode 2009-2014 dari fraksi Golkar mewakili Jawa Tengah terutama Kudus. 

 

Nama Nusron mulai menjadi perbincangan ketika dirinya kerap tampil dalam salah satu acara di stasiun televisi swasta pada tahun 2016. Dalam acara itu, membahas terkait permohonan maaf Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.  



Seperti diketahui, Ahok sempat terjerat kasus penistaan agama, dimana pernyataannya Ahok dinilai kontroversial saat pidato di Kepulauan Seribu saat menyinggung Surat Al-Maidah Ayat 51. Pada kasus penistaan agama yang menimpa Ahok, Nusron mati-matian membela dan mengatakan Mantan Gubernur DKI itu tidak salah, tidak ada melecehkan Al-Qur'an dan umat agama Islam. 



Pembelaan Nusron terhadap Ahok terlihat dalam acara Indonesia Lawyers Club edisi 11 Oktober 2016. Dalam acara itu, pria berkelahiran 12 Oktober 1973 ini dengan suara lantang dan tegas mengatakan Ahok tidak bermaksud melecehkan maupun menistakan Al-Quran danumat islam.  

Sebelum kasus penistaan agama yang menjerat Ahok ini, pria yang lahir di Kudus ini, pernah menjadi Ketua Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017.  

 

Nusron pun dikritik habis-habisan karena dinilai membela Ahok yang dinyatakan bersalah terkait kasus penistaan agama, namun Nusron tidak ambil pusing. 

 

Kritikan yang diterima tak dihiraukan, Nusron justru menganggap kritikan itu akan menambah pahalanya dan mengurangi dosa-dosanya. Pembelaan terhadap Ahok dilakukan karena dia meyakini mantan suami Veronica Tan itu tidak bersalah dalam kasus penistaan Alquran.

 

Di ILC Nusron pun sering hadir. Belakangan dia berada di kubu pemerintah dan kerap terlibat dalam diskusi dalam acara yang dipandu Karni Ilyas itu. Dalam beberapa acara yang melibatkan kubu Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Nusron hadir sebagai pembicara. 

 

Salah satu penampilan Nusron adalah sesi ILC bertajuk 'OTT Romy, Ketua Umum PPP: Pukulan Bagi Kubu 01?' yang ditayangkan pada Selasa 19 Maret 2019. Dalam diskusi tersebut, Nusron mengatakan bahwa OTT Ketua PPP tersebut adalah masalah bersama, bukan hanya persoalan bagi kubu petahana. 

 

Dia juga mengapresiasi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencokok Romy. Tapi, Nusron Wahid mendadak lupa ketika menyebut kasus narkoba yang menyeret anggota BPN Prabowo - Sandi, Andi Arief, tidak pernah diangkat oleh ILC.



"Andi Arief ketika terkena kasus narkoba, ada nggak ILC yang mengatakan pukulan buat kubu 02?" tutur Nusron Wahid.

Mendengar pernyataan Nusron Wahid ini, Karni Ilyas pun langsung memotong sambil menunjuk: "Ada, Anda pelupa." Sambil diiringi gelak tawa narasumber yang lain, Nusron Wahid pun berkilah kemudian meminta maaf: "Bukan pelupa. Tapi maaf, karena (ILC--RED) nggak ngundang saya."

Karni pun mengatakan bahwa meski dirinya lebih tua dari Nusron, namun ternyata Nusron lah yang pelupa.



"Saya pikir saya lebih tua dari Anda. Ternyata Anda lebih pelupa," ujar Karni Ilyas sambil tersenyum dan disambut tawa para narasumber lainnya.

 

Rupanya penampilan Nusron di ILC tentang OTT Romy tersebut menjadi salah satu yang terakhir. Sejak saat itu, Nusron tak lagi tampil. Demikian juga di beberapa stasiun televisi lain dimana dia kerap menjadi pembicara, wajah Nusron tak lagi menghiasi.

 

Tak ada lagi debat panas antara Nusron dan Rocky Gerung membahas debat capres. Keduanya hanya bertemu hingga debat keempat saja. Debat kelima, Nuron menghilang. Kemana Nusron?

 

Tak ada yang tahu, tentu saja. Namun fenomena menghilangnya Nusron tak bisa dipungkiri terjadi paska dugaan keterlibatan dirinya dalam kasus amplop serangan fajar beberapa waktu lalu. Saat itu tersangka Bowo Sidik Pangarso mengaku bahwa dirinya mendapatkan instruksi dari Nusron soal 'amplop'.

 

Sebelumnya, kepada wartawan Bowo mengaku telah memberi keterangan kepada penyidik perihal 400 ribu amplop guna serangan fajar Pemilu 2019 merupakan perintah dari Nusron. Nusron memang membantahnya, namun KPK mengatakan bahwa bisa jadi melakukan penyelidikan terkait pernyataan Bowo tersebut. 

 

Selain mengonfrontasi pengakuan Bowo, KPK juga tidak menutup kemungkinan memanggil Nusron untuk dimintai keterangan, apalagi jika substansinya relevan dengan kasus utama.


"Pemeriksaan pasti akan, apalagi kalau dianggap betul-betul relevan dengan kasus utamanya. Tapi dimulai dari memeriksa Bowo lagi soal pengakuannya kepada wartawan," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dilansir CNNIndonesia beberapa waktu lalu.

 

Sekali lagi tak ada yang tahu alasan dibalik menghilangnya Nusron belakangan. Namun faktanya, absennya Nusron dari diskusi politik terjadi setelah tudingan keterlibatan dirinya dalam amplop serangan fajar, meskipun hingga saat ini KPK sendiri belum bisa memastikan kepastian atas tudingan keterlibatan pihak lain dalam kasus Bowo, termasuk Nusron dalam hal ini.