Gantung Sepatu, Pesepakbola Italia Ini Diculik Segerombolan Bandit Saat Pertandingan Berlangsung

Gantung Sepatu, Pesepakbola Italia Ini Diculik Segerombolan Bandit Saat Pertandingan Berlangsung

NINTCHDBPICT000480796684 e1554404455603

Bandit culik pemain sepakbola saat pertandingan sedang berlangsung menggunakan helikopter via the sun

 

Sumber.com - Bagi seorang pesepakbola profesional memilih untuk mengakhiri kariernya atau gantung sepatu merupakan sebuah keputusan yang cukup berat. Oleh karena itu tak ayal jika sejumlah cara telah dilakukan oleh para pesepakbola dunia untuk memberikan kesan terakhir yang bisa selalu dikenang para suporter dari tim yang dibelanya.

 

Meski begitu, cara yang tidak biasa dan dinilai cukup ekstrem baru-baru ini telah terjadi di kompetisi level tarkam kota Catania, Italia. Seperti dihimpun dari The Sun, Ignazio Barbagallo yang telah berusia 55 tahun memilih cara unik untuk pamit dari sepakbola usai dirinya memutuskan untuk pensiun. 

 

Baginya, berjalan mengitari sekeliling stadion dan mendapatkan tepuk tangan dari para kerumunan suporter yang hadir di stadion terlalu biasa. Pesepakbola yang dikenal dengan aksi jahilnya ini justru memilih sebuah cara layaknya sebuah penculikan yang turut melibatkan dua orang bandit (penjahat) serta helikopter. 

 

 

Aksi uniknya ini terjadi ketika Barbagallo menjalani pertandingan terakhir di markas kebesaran dari tim yang ia bela. Saat itu, Barbagallo yang membela klub Citta Di Viagrande sedang berhadapan menghadapi Play Shop Nebrodi. Ketika pertandingan sedang berlangsung, tiba-tiba ada sebuah helikopter yang turun ke lapangan dan seolah-olah telah menculik Barabagallo dan membawanya pergi dengan menggunakan helikopter tersebut.

 

 

Insiden tersebut bahkan sempat membuat pengadil lapangan menghentinkan pertandingan sementara. Kendati berpikir hal yang baru saja ia lakukan dapat dikenang selamanya oleh para suporter dari klub yang ia bela, nasib buruk justru harus melanda sang pemain. Barbagallo justru harus mendapatkan sanksi larangan bertanding sampai 30 Juni 2019 oleh Komite Disilin Sepakbola Sisilia. Hukuman tersebut dilayangkan karena dinilai telah mengganggu jalannya pertandingan dan bisa mengancam keselamatan dengan mendaratkan helikopter di tengah-tengah lapangan.

 

Selain Barbagallo, pihak klub juga terkena imbas dari aksi yang dilakukan oleh pemainnya. Citta Di Viagrande harus mendapatkan suspensi dari kompetisi sampai 30 Juni 2019 dan mereka juga telah diberikan denda sebesar 200 euro atau setara dengan Rp 3,1 juta. 

 

Sebelum melakukan aksinya tersebut, Barbagallo disebut telah mendapatkan izin dari wali kota serta kepolisian Sisilia, Italia. Namun Komite Disiplin Sepakbola Sisilia tidak menghiraukan keputusan tersebut dan memilih untuk tetap menjatuhi hukuman kepada si pemain serta pihak klub.