Jelang Pemilu Presiden, PBSI Berikan Kebebasan Terhadap Para Atlet Bulutangkis Indonesia

Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon tampil di Singapore Open 2019 via bolasport.com
Sumber.com - Pemilihan Umum Presiden serta calon presiden akan digelar pada 17 April 2019. Jelang pemilu presiden, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyatakan bahwa pihaknya belum menyiapkan administrasi pencoblosan untuk para atletnya.
[JADWAL] R1 #SingaporeOpenSuper500 hari Rabu (10 April) mulai pukul 09.00 WIB.
— IG BARU: bulutangkisRI_ (@bulutangkisRI) April 9, 2019
SEMANGAT INDONESIA ???
WIB = Waktu Singapura - 1 jam
Link streaming cek LIKES @bulutangkisri! pic.twitter.com/EN55wVbS1Z
Dalam pesta demokrasi terbesar di tanah air ini, seluruh Warga Negara Indonesia baik dari kalangan rakyat biasa hingga para atlet juga memiliki hak serta kewajiban untuk mencoblos sosok Presiden serta Wakil Presiden pilihan mereka. Begitu juga dengan para atlet bulutangkis yang saat ini berada di pelatnas PBSI.
Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto menyatakan bahwa hingga hari ini, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan masing-masing atlet apakah mereka akan terdaftar di maan dan kewajibannya akan seperti apa.
Meski begitu, melihat pengalaman empat tahun lalu, para atlet sebenarnya diberikan kesempatan untuk kembali ke daerahnya masing-masing. Namun itu juga bisa dilakukan jika tidak ada turnamen yang akan mereka ikuti dalam waktu yang berdekatan dengan pemilu presiden.
"Kami belum tahu, kami masih harus koordinasi dulu dengan masing-masing atlet. Apakah mereka terdaftar di mana dan kewajibannya seperti apa. Besok mungkin baru kami bicarakan dengan Tempat Pemungutan Suara (TPS) setempat," ujar Acmhad Budiharto kepada awak media pada Senin (8/4).
"Kalau ada kegiatan ditempatkan di TPS setempat. Libur juga setengah hari. Jadi kalau mendekati turnamen terdekat libur setengah hari. Kalau Rabu kan sebetulnya hanya latihan setengah hari. Jadi tak ada masalah sebetulnya. Pagi mereka latihan atau dibalik pagi nyoblos dulu baru sore latihan jadi tergantung pelatihnya menentukan programnya," lanjutnya sambil memberikan keterangan.
Lebih lanjut, Budiharto mengatakan bahwa tidak ada larangan untuk iktu terlibat di dalam AD/ART PBSI. Kendati begitu, PBSI selaku Federasi Bulutangkis Indonesia tidak akan mengarahkan para atletnya untuk memilih pasangan nomor berapa dan siapa yang harus dipilih. Ia menegaskan bahwa pihaknya secara institusi ingin netral dan masing-masing atlet diberikan kebebasan untuk menentukan pilihannya.
"Ajakan pasti ada tapi kami sebagai institusi tak akan melibatkan ke sana. Tak ada larangan di AD/ART. Kami tak melarang gimana. Secara individu dipersilakan saja. Tapi secara institusi kami maunya netral. Terserah masing-masing menentukan pilihannya. Toh mereka punya hak untuk itu, kami tak akan mengarahkan atau melarang. Silakan saja. Tergantung keyakinan mereka seperti apa," pungkasnya.
Saat ini Kevin Sanjaya dan kawan-kawan sedang berjuang di ajang Singapore Open 2019. Sebanyak 17 wakil Indonesia akan melakoni babak kesatu pada Rabu (10/4). Menurut informasi terbaru yang telah kami peroleh, Gregoria Mariska Tunjung harus kandas di babak pertama usai dikalahkan wakil Denmark, Mia Blichfeldt, di babak 32 besar dengan skor 16-21, 20-22.
