Korban Pemilu 2019 Terus Berjatuhan, Aktivis 98: Bencana!

Korban Pemilu 2019 Terus Berjatuhan, Aktivis 98: Bencana!

48381 potret perjuangan petugas pemilu di penjuru indonesia twitter

Ilustrasi Via Suara

 

Sumber.com - Korban tewas akibat Pemilu 2019 terus bertambah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat bahwa hingga Jumat (26/4) jumlah korban meninggal bertambah menjadi 225 orang. Komisioner KPU, Viryan menyatakan angka itu melonjak naik dari jumlah sebelummya yang berjumlah 144 orang yang tercatat pada Rabu (24/4).

 

Aktivis 98 Institut Teknologi Bandung (ITB), Khalid Zabidi memperkirakan jumlah korban Pemilu serentak 2019 ini akan terus bertambah. Dia menyebut bahwa Pemilu 2019 bisa disebut sebagai bencana karena merenggut korban ratusan jiwa.

 

"Kita sangat prihatin dan berduka. Peristiwa ini bisa dikatakan sebagai sebuah bencana yang merenggut korban ratusan jiwa manusia dalam satu perhelatan pemilu serentak yang menguras tenaga dan bahkan pada prakteknya di lapangan kegiatan melebihi kapasitas fisik para petugas," ujar Khalid dilansir kantor berita Rmol.co, (Jumat, 26/4). 

 

Dia pun mendesak agar Pemilu Serentak harus dievaluasi karena tidak memungkinkan untuk dilakukan. Lebih lanjut untuk mengantisipasi agar jumlah korban tidak terus bertambah, dia mengatakan bahwa harus ada tindakan tanggap bencana, sehingga tak ada lagi Petugas KPPS yang harus meregang nyawa. 

 

"Pada pemilu mendatang untuk tidak dilakukan serentak dan saat ini harus ada upaya bersama untuk melakukan tanggap bencana pemilu yang telah merenggut ratusan korban jiwa petugas KPPS," sambungnya. 

 

Diketahui, hingga Jumat (26/4) berdasarkan data di KPU setidaknya ada 225 orang yang meninggal, belum termasuk 1.470 orang yang menderita sakit. Jika ditotalkan antara korban meninggal dan sakit maka berjumlah 1.695 orang.