Lechia Gdansk Hanya Butuh Imbang Untuk Pastikan Juara Liga Polandia Pertama Kalinya Musim Ini

Lechia Gdansk Hanya Butuh Imbang Untuk Pastikan Juara Liga Polandia Pertama Kalinya Musim Ini

Lechia Gdansk

Selebrasi pemain Lechia saat lawan Lech Poznan via twitter

 

Sumber.com - Kedatangan pemain asal Indonesia, Egy Maulana Vikri ke Lechia Gdansk memang tidak berpengaruh banyak terhadap tim utama Lechia karena Egy lebih banyak bermain di tim kedua. Namun publikasi dan sorotan pada Lechia Gdnask musim ini khususnya dari pecinta sepakbola tanah air menarik untuk diikuti, karena jelang sisa 1 laga lagi tim Egy Maulana Vikri ini hampir memastikan menjadi juara Liga Polandia untuk pertama kalinya musim ini.

 

Prestasi terbaik Lechia sepanjang keikutsertaannya dalam Liga Polandia hanyalah peringkat ketiga pada tahun 1956 saja. Selebihnya tim hijau putih ini hanyalah tim yang dipandang sebelah mata karena belum pernah menjuarai liga Polandia sepanjang sejarah kalah jauh dari Legia Warsawa, Lech Poznan atau Wisla Krakow yang namanya lebih sering didengar di Eropa.

 

Beruntunglah musim lalu, ketika Lechia terancam di zona degradasi, pelatih Lechia Gdansk saat ini Piotr Stokowiec datang dan membenahi skuat dengan baik. Beberapa pemain senior macam Slawomir Pezko yang dibawa Timnas Polandia ke Piala Dunia 2018 diparkir bersama eks Juventus Milos Krasic. Gantinya Stokowiec merevolusi skuat dengan gabungan pemain senior dan pemain muda serta beberapa transfer pemain baru.

 

Pemain senior yang tersisa macam kiper Dusan Kuciak, kapten Michael Nalepa, bek Filip Mladenovic, jangkar Jaroslaw Kubicki dan Daniel Lukasik hingga striker Flavio Paixao masih dipertahankan sebagai pondasi tim. Kekuatan mereka dipadu beberapa pemain muda yang makin dipercaya Stokowiec macam Karol Fila, Tomasz Makowski, sayap muda Lukas Haraslin. Pemain baru macam striker Artur Sobiech dan Konrad Michalak pun mampu memberi warna baru bagi tim.

 

Hasilnya Lechia mampu menjadi yang terbaik musim ini di sisa 1 laga dengan keunggulan 3 poin dari saingan terdekatnya Legia Warsawa. Ketika keduanya bertemu musim ini hasil head to head antara 2 peringkat terbaik Ekstraklasa ini sama kuat karena baik tandang maupun kandang keduanya bermain imbang 0-0. Hasil itu membuat 1 laga sisa menjadi sangat menentukan dan dramatis.

 

 

Lechia beruntung masih memiliki keunggulan selisih gol yang cukup baik yaitu 22 gol dibanding Legia Warsawa yang hanya plus 15 gol. Kemenangan 1-0 melawan Lech Poznan sabtu lalu (6/4) membuat Lechia sedikit bernapas lega. Praktis hasil imbang akan membuat Lechia menjadi juara liga Polandia musim ini. Bahkan jika Lechia kalah pun dan Legia tidak mencetak gol lebih banyak dari kekalahan Lechia, klub Egy ini pun masih tetap akan menjadi juara.

 

 

Melihat 4 laga terakhir Lechia berhasil tidak mengalami kekalahan serta 17 laga tanpa kebobolan akibat performa menawan 2 kiper (Dusan Kuciak 15 clean sheet, Zlatan Alomerovic 2 clean sheet) Lechia menjadi tim dengan pertahanan terbaik musim ini yang membuat Lechia hanya kalah 3 kali sepanjang musim maka sudah layak bila Lechia jadi keluar jadi yang terbaik di Polandia. 

 

Pertandingan terakhir melawan mantan klub Krzysztof Piatek musim lalu, Cracovia di kandang lawan pekan depan akan jadi penentu. Dan harapan Egy Maulana Vikri dimainkan di musim depan lebih banyak dan main di Liga Champions Eropa pun menjadi harapan seluruh pecinta sepakbola Indonesia. Semoga sukses Lechia!