Menelusuri Dibalik Barcode Tanda Pengenal Buku Bernama ISBN

Ilustrasi Barcode ISBN via blogspot
Sumber.com - Kawan Sumber termasuk pembaca buku setia? Jika ya tentunya sudah tidak asing lagi dengan barcode dibelakang buku dan kata ISBN. Jika orang saja diberikan KTP sebagai kartu tanda pengenal penduduk, buku pun mengalami perlakuan yang sama. Setiap buku yang diterbitkan dan dipublikasikan oleh penerbit tentunya memiliki ISBN.
ISBN merupakan kepanjangan dari International Standard Book Number. Indonesia merupakan salah satu anggota dari 151 negara dunia yang terdaftar dalam sistem ISBN. Badan Internasional ISBN yang berpusat di London, Inggris menetapkan bahwa di Indonesia tugas pemberian ISBN diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. ISBN sendiri mulai diterapkan pada tahun 1986 untuk buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit di Indonesia.
Setiap buku memiliki ISBN yang berbeda. ISBN berfungsi sebagai pengenal internasional yang bersifat unik untuk publikasi monograf/cetakan. ISBN menduduki tempat khusus dalam cantuman deskrpsi bibiliografi. ISBN dibangun oleh sederetan angka dimana struktur angka tersebut mempunyai arti yang berbeda. ISBN memiliki 13 digit angka pembeda dalam bentuk barcode. Sebelumnya ISBN hanya memiliki 10 digit angka sama dengan ISSN.
Penamaan kodenya terdiri dari Prefix Element - Registration Group Element - Publisher Identity - Title Identifier - Check Digit. Berikut penjelasannya.
Prefix Element - 978 (jika telah habis akan berubah ke angka selanjutnya 979). Merupakan kode EAN (International Article Number) sebagai identifikasi produk yang dikeluarkan oleh organisasi (Perpustakaan Nasional RI)
Kode Negara - Khusus Indonesia diberikan 2 kode negara yaitu 979 dan 602 sebagai elemen
Kode Penerbit - Kode penerbit diberikan 1 hingga 5 digit secara acak sebagai identitas registrasi perusahaan penerbit buku
Kode Judul - Penanda judul diberikan 2 hingga 5 digit tergantuk angka digit penerbit
Angka Pemeriksa - Angka validasi yang diberikan dari 12 digit angka ISBN yang diberikan dari perhitungan sistem matematika.
ISBN diberikan kepada buku tercetak; pamvet; publikasi braile; peta; artikel lepas dalam bentuk buku; publikasi yang tidak diterbitkan secara rutin; film, video dan transparansi untuk pendidikan atau instrusional; buku-buku untuk panduan dengar, kaset/CD/DVD' terbitan dalam bentuk elektronik seperti e-book dll; publikasi dalam bentuk mikro; perangkat lunak (software) untuk pendidikan dan publikasi dalam bentuk media campuran.
ISBN kini sudah dilayani secara online melalui website isbn.perpusnas.go.id dan setiap penerbit yang telah melengkapi prosedur pendaftaran dan pengajuan ISBN bisa mengakses secara online. Pengerjaan ISBN memakan waktu 5 hari kerja. Layanan ISBN sendiri terletak di Gedung A Lantai 2 Perpustakaan Nasional RI yang bertempat di Jalan Salemba Raya No. 28A dengan waktu layanan dari pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.
Nah jadi lebih tahukah Kawan Sumber terkait ISBN yang ternyata tidak sekedar barcode saja tapi memiliki arti tanda pengenal berbeda dari setiap buku atau karya yang diterbitkan ke publik lho.
