Menyibak Mitos Susu Formula, Betulkah Tak Sebaik ASI?

Menyibak Mitos Susu Formula, Betulkah Tak Sebaik ASI?

ASI ke susu formula

Foto: Hellosehat

 

Sumber.com - Sudah tidak bisa diragukan lagi, ASI merupakan asupan yang paling baik untuk si jabang bayi. Namun ada kalanya ASI tidak selalu bisa diberikan kepada bayi karena beberapa alasan. Moms pun mulai memirkan solusi lain seperti susu formula sebagai penggantinya. 

 

Namun ada beberapa hal yang membuat susu formula menjadi pilihan ke sekian. Ada beberapa mitos yang mengatakan bahwa susu formula memberikan efek yang tidak begitu baik untuk tumbuh kembang bayi. Betulkah begitu? Dilansir Theasianparent.com, berikut adalah beberapa mitos tentang susu formula dan kebenarannya/

 

1.Susu Formula Membuat Bayi Gemuk

Sementara beberapa studi menunjukkan tingkat obesitas yang lebih sering terjadi pada bayi yang minum susu formula, terdapat faktor lain yang ikut berperan. Misalnya, apakah anak-anak ini juga tidak aktif dan / atau memiliki pola makan yang buruk di kemudian hari?



Apakah pemberian susu formula diberikan secara teratur atau hanya bila bayi menangis? Terdapat  banyak variabel lain yang menyebabkan obesitas dan kita tidak dapat mengklaim bahwa berat badan berlebihan disebabkan oleh susu formula.

 

2.Susu Formula Membuat Bayi Lebih Sering Sakit

Ini adalah asumsi yang tidak bisa dipastikan kebenarannya. Bagaimanapun, banyak faktor yang ikut berperan dalam kesehatan anak. Tidak selamanya anak yang diberi asupan susu formula akan menjadi lebih gampang sakit, tergantung sebaik apa Moms mengurus anak agar tidak sering sakit.

 

3.Bayi Jadi Lebih Sering Kentut?

Bila bayi yang minum ASI sering buang gas dan bersendawa, penyebabnya adalah dari makanan ibu. Bila hal ini terjadi pada bayi yang minum susu formula, solusinya adalah mengganti sufornya dengan merk lain.

Botol atau posisi menyusui juga dapat menjadi penyebab gas. Sekali lagi, banyak variabel lain yang ikut berperan.

 

4.Bayi Menjadi Kurang Pintar Karena Susu Formula?

Pendidikan anak tidak bisa dikaitkan dengan kehadiran susu formula. Terdapat  banyak faktor eksternal yang berperan dalam prestasi anak di sekolah. Misalnya : keterlibatan orang tua, lingkungan rumah, televisi/rangsangan buatan lainnya, diet, olahraga, dan bahkan pola tidur.

 

5.Susu Formula Membuat Ikatan Bayi dan Anak Menjadi Kurang?

Sentuhan anak dan orang tua memainkan peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Itu sebabnya, dengan ASI maka sentuhan anak dan ibu menjadi lebih banyak. Namun bukan berarti susu formula diberikan tanpa adanya sentuhan, Moms bisa tetap melakukan sentuhan dengan memberikan belaian yang disertai kasih sayang penuh untuk sang bayi, sambil memberikan susu formula.