Ruslan Magomedov Jadi Petarung UFC Pertama yang Terkena Larangan Berduel Seumur Hidup

Ruslan Magomedov via mmajunkie.com
Sumber.com - Badan Anti-Doping Amerika Serikat (USADA) telah mengonfirmasi bahwa petarung UFC bernama Ruslan Magomedov yang berasal dari Rusia telah dijatuhi sanksi berupa larangan berduel atau bertanding di arena seumur hidup. Diberikannya sanksi ini terkait pelanggaran yang dilakukan pada tes penggunaan obat atau doping.
Melansir MMA Fighting, petarung kelahiran Moscow, Rusia berusia 32 tahun tersebut dinyatakan telah sering melakukan pelanggaran terkait pada tes penggunaan doping. Ruslan diklaim seringkali mangkir dan menolak permintaan dari USADA terkait kebijakan anti-doping di kompetisi UFC.
??UFC heavyweight Ruslan Magomedov is the first fighter in history to receive a lifetime ban from USADA
— fightsketch (@fightsketch) April 1, 2019
?This is following multiple anti-doping violations according to a statement from USADA
?Magomedov hasn't fought in the UFC since October 3, 2015 at #UFC192 pic.twitter.com/b1QFavcTg0
Keputusan ini telah disepakati dewan petinggi USADA, mereka juga telah memberikan pernyataan resminya terkait sanksi larangan bertanding untuk petarung kelas berat yang memiliki bobot 107 kg ini pada Senin (1/4). Setelah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh Ruslan tidak terlalu mendapatkan tanggapan dari USADA, sang petarung kembali melakukan pelanggaran kedua pada Oktober 2018 lalu.
Dalam pelanggaran kedua tersebut, hasil tes urine Magomedov ditemukan kandungan beberapa obat penambah stamina yang ia konsumsi sebelum menjalani pertarungan. Sementara itu, Magomedov kembali melakukan pelanggaran ketiga kalinya yang dilakukan pada Februari 2019 kemarin. Di Februari kemarin, Magomedov telah menolak untuk menyelesaikan proses pengujian sampel yang diminta oleh petugas doping sebelum pertarungan UFC digelar.
"Menolak atau melanggar dengan tidak menyerahkan sampel urine, tanpa alasan yang kuat, dianggap pelanggaran doping menurut Kebijakan Anti-Doping UFC," bunyi pernyataan USADA seperti dilansir MMA Fighting.
Sebelumnya, petarung yang berasal dari negara yang sama seperti khabib Nurmagomedov ini pernah mendapatkan sanksi berupa larangan bertanding selama dua tahun terkait hasil sampel dopingnya pada September 2016. Hasil pemeriksaan tersebut menyatakan kalau urine Magomedov positif mengandung ostarin serta obat penguat.
Pertarungan terakhir yang ia jalani terjadi pada UFC di tahun 2015 ketika berhadapan dengan Shaw jordan. Magomedov memegang rekor 14-1 MMA Profesional, ia dikenal sebagai petarung tangguh di negara kelahirannya. Di kancah regional, Magomedov pernah meraih kemenangan atas mantan juara kelas berat UFC yakni Tim Sylvia serta Ricco Rodriguez.
