Setelah Alami Paceklik Gelar Juara Sejak 2014, Racing Club Akhirnya Resmi Menobatkan Diri Sebagai Juara Liga Argentina

Setelah Alami Paceklik Gelar Juara Sejak 2014, Racing Club Akhirnya Resmi Menobatkan Diri Sebagai Juara Liga Argentina

D3Et7utWsAAGTtp

Suporter cilik Racing Club via instagram/@nachoyuchark

 

Sumber.com - Kabar gembira saat ini sepertinya sedang melanda para pecinta dari klub Racing Club yang berkompetisi di Amerika Latin. Hasil imbang yang dilakoni mereka saat bertandang ke markas Tigre yang saat ini menempati posisi 11 di klasemen sementara Superliga Argentina, tidak mempengaruhi status mereka sebagai juara kompetisi domestik di musim ini.

 

Kompetisi sepakbola Argentina itu hanya tinggal menyisakkan satu pertandingan lagi, namun siapa klub yang berhasil keluar sebagai juara di musim ini sudah bisa diketahui. Racing Club de Avellaneda akhirnya berhasil menobatkan diri untuk menjadi yang terbaik di antara 25 klub yang berlaga di kompetisi piramida tertinggi sepakbola Argentina. 

 

 

Usai menjalani total 24 pertandingan, Racing Club berhasil mencatatkan 17 kemenangan, lima hasil imbang serta hanya dua kali saja mengalami kekalahan. Sementara Defenska y Justicia berhasil menempel ketat posisi Racing Club di klasemen hingga pekan ke-24. Kedua tim ini sama-sama hanya mengalami dua kekalahan saja. Namun, Racing Club unggul dalam perolehan jumlah kemenangan dan hanya berselisih dua kemenangan atas peringkat kedua. 

 

Di laga terakhir kompetisi Superliga Argentina, kedua tim akan saling berjumpa. Oleh karena itu, hasil apapun yang akan dialami oleh Racing Club di laga pamungkas nanti, maka itu tidak akan berpengaruh terhadap status La Academia sebagai kampiun di musim ini. Andaikan, Defensa berhasil memenangkan laga pamungkas saat bertandang ke markas Racing pun, itu hanya dapat memperkecil selisih poin di klasemen akhir menjadi satu poin saja.

 

 

Kendati begitu, Defensa wajib memenangkan pertandingan pamungkas nanti. Pasalnya, andai mereka mengalami hasil kurang memuaskan, maka posisi runner up bisa saja diambil alih oleh Boca Juniors yang saat ini berada di urutan ketiga dan hanya terpaut jarak dua poin saja dengan Defensa y Justicia. Apalagi, Boca Juniors memiliki catatan apik di lima pertandingan terakhir mereka dengan menyapu bersih semua laga dengan kemenangan. 

 

Keberhasilan Racing Club menjuarai Superliga Argentina ini sekaligus membuat mereka memutus paceklik gelar juara mereka. Terakhir kali, klub yang saat ini dilatih Eduardo Coudet berhasil menjuarai Superliga Argentina terjadi di tahun 2014. Di musim-musim berikutnya, gelar juara berhasil diambil alih oleh Boca Junior secara tiga musim beruntun dan sekaligus berhasil mengumpulkan titel juara sebanyak 33 kali sepanjang sejarah kompetisi. 

 

Keberhasilan Racing Club untuk kembali menjuarai kompetisi domestik mampu memutus rekor Boca Juniors untuk menjuarai kompetisi sebanyak empat musim berturut-turut. Selain itu, ini juga merupakan gelar juara yang ke-18 bagi Racing Club sejak pertama kali mereka berhasil juara di level tertinggi pada tahun 1913.