Setelah Nusron Wahid, Bowo Seret Nama Menteri Jokowi dalam Amplop Serangan Fajar

Foto: Tribunnews
Sumber.com - Kasus amplop serangan fajar yang menyeret mantan politikus Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso masih terus berkembang. Sebelumnya, Bowo mengaku bahwa dirinya mendapatkan perintah dari politisi Golkar Nusron Wahid terkait penyebaran amplop serangan fajar.
Belakangan, nyanyian Bowo pun menyeret nama salah satu menteri di kabinet Joko Widodo.
“Sumber uang untuk memenuhi Rp 8 miliar yang ada di amplop itu sudah (ditanya penyidik ke Biwo). (Sumbernya) dari salah satu menteri yang sekarang ada di kabinet ini,” kata Pengacara Bowo, Saut Edward di gedung KPK usai mendampingi kliennya Rabu (10/4).
Saut menyebut bahwa hingga saat ini menteri yang dimaksud masih aktif menjabat di kabinet, namun dia enggan menyebut siapa menteri yang dimaksud.
Saat ditanya nama dari Menteri itu, Saut Edward enggan membeberkannya kepada awak media. Dia juga enggan membeberkan apakah menteri itu berkaitan dengan salah satu tim pemenangan paslon capres-cawapres.
“Menterinya itu masuk di TKN atau tidak, saya kurang mengetahui ya,” sambungnya.
KPK telah mengamankan 82 kardus dan dua boks kontainer yang berisikan sekitar 400 ribu amplop berisi uang yang diduga dipersiapkan oleh Bowo tersebut. Dari 82 kardus dan dua boks kontainer itu, terdapat uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop-amplop tersebut.
Uang tersebut diduga terkait pencalonan Bowo sebagai anggota DPR RI di Daerah Pemilihan Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Demak. Pada kesempatan itu, ia juga menyatakan bahwa kliennya memang diperintahkan secara langsung oleh Nusron Wahid untuk menyiapkan 400 ribu amplop untuk digunakan dalam "serangan fajar" itu.
