Tak Terima Dipecundangi Blichfeldt, Gregoria Janji Akan Balas Dendam

Gregoria Mariska Tunjung via suara.com
Sumber.com - Pebulutangkis tunggal putri andalan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, harus mengalami kekalahan di babak pertama Singapore Open 2019. Gregoria dipecundangi oleh pebulutangkis asal Denmark, Mia Blichfeldt di Singapore Open 2019. Pasca dikalahkan oleh Blichfeldt di babak-babak awal turnamen, Grego mengaku tidak menerima dan berjanji akan membalaskan dendamnya.
Gregoria harus tersingkir dan tersisih dari turnamen lebih awal dari rekan-rekan setimnya usai kalah dua gim langsung dengan skor 18-21 dan 20-22 ketika berlaga di Singapore Indoor Stadium pada Rabu (10/4). Kekalahan tersebut merupakan kekalahan perdana Grego atas pebulutangkis putri Denmark yang kini menempati posisi 22 rangking BWF.
Padahal di dua pertemuan sebelumnya, Gregoria mampu menaklukkan sang lawan di ajang Denmark Open 2018 serta French Open 2018. Namun sepertinya, Mia telah belajar dari dua kekalahan yang ia alami sebelumnya. Tunggal putri Denmark itu pun sepertinya sudah membaca strategi serta pola permainan dari Gregoria Mariska Tunjung sebelum Singapore Open 2019 berlangsung.
"Saya kurang puas dengan permainan hari ini. Kedepannya kalau ketemu lagi saya ingin menunjukkan yang terbaik, lebih baik dari hari ini," terang Gregoria kepada Suara.com.
"Saya juga harus bisa ambil start biar enggak ketinggalan. Tadi saya salahnya pas sempat unggul terus saya justru tertekan lagi oleh lawan," pungkasnya.
Indonesia sendiri hanya tinggal menyisakkan satu wakil tunggal putri di Singapora Terbuka 2019 usai empat pebulutangkis lainnya harus ditumbangkan oleh lawan-lawannya. Ruselli Hartawan merupakan satu-satunya wakil tunggal putri yang masih tersisa dan mewakili Indonesia. Di babak berikutnya, Ruselli akan berhadapan dengan tunggal putri asal Korea Selatan, Sung Hi Hyun.
[JADWAL] R2 #SingaporeOpenSuper500 hari Kamis (11 April) mulai pukul 12.00 WIB.
— IG BARU: bulutangkisRI_ (@bulutangkisRI) April 10, 2019
SEMANGAT INDONESIA!
WIB = Waktu Singapura - 1 jam
Link streaming cek LIKES @bulutangkisri! pic.twitter.com/QdS3TKz5KC
Hanya tersisanya satu wakil tunggal putri Indonesia di Singapore Open 2019 telah membuat asisten pelatih Minarti Timur harus angkat bicara. Ia membela penampilan dari para tunggal putri Indonesia yang bertumbangan di babak-babak awal.
"Gregoria tadi mainnya kurang lepas. Tapi, mestinya tadi sudah mengontrol permainan. Cuma pada saat finishing yang kurang, enggak bisa mematikan bola lawan, jadi kelihatan enggak sabar," ujar Minarti seperti dilansir detiksport.com.
"Di gim kedua, sebenarnya sudah lebih enak, tetap dia yang pegang kontrol permainan tapi di saat poin-poin kritis kurang siap. Bola-bola yang harusnya bisa kena tapi malah mati, terlalu hati-hati, harus lebih berani ambil inisiatif dan lebih percaya diri," terangnya.
"Sementara untuk Fitriani sebenarnya mainnya lumayan bisa mengimbangi Intanon. Malah sempat unggul 12-8, tapi Intanon merubah ritme main dan mengajak main cepat. Fitri keikutan main cepat yang mana itu pola main Intanon, tersusul dan kalah."
"Begitu di gim kedua, Intanon mengajak main cepat tapi Fitri bisa mengajak reli-reli panjang dan berhasil ambil poin. Cuma Intanon memang lebih matang dan lebih berani tetap dengan polanya meskipun sempet kewalahan. Tapi Fitri buru-buru sehingga ada beberapa poin yang mestinya bisa mematikan tapi malah mati sendiri," tandas Minarti.
