AHY, Dianggap Strategis dan Penting Bagi Jokowi Disindir BPN Jarang Muncul

AHY bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor via KBR
Sumber.com - Pernyataan mantan Presiden RI, SBY dalam mengomentari hasil pilpres dan Pileg 2019 melalui kanal youtube demokrat TV setidaknya membawa 2 pesan. SBY mengapresiasi jalannya pemilu dan pileg serta bersyukur atas pengumuman hasil KPU terhadap Pilpres yang diumumkan lebih cepat dengan mengucapkan selamat pada Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi - Maruf Amin serta mendukung pula langkah Prabowo mengajukan gugatan ke MK.
Demokrat seperti biasa masih berada di poros tengah dengan tidak terlalu dalam di BPN namun juga oportunis memanfaatkan kesempatan bila diperlukan pemerintah. Dan gayung pun bersambut dengan pertemuan kedua kali yang dilangsungkan oleh sang anak, AHY dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor hari ini (22/5).
Presiden @jokowi bertemu Agus Harimurti Yudhoyono AHY di ruang kerjanya di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (22/5/2019).
— KBR (@beritaKBR) May 22, 2019
Gambar: Reporter KBR Dian Kurniati #Pemilu2019 pic.twitter.com/YoGWzAZpKN
Demokrat dan AHY pun mulai dianggap penting bagi Jokowi sebagai pintu masuk untuk hadir dalam pemerintahan yang akan dibangun dalam 5 tahun kedepan hingga 2024. Meski Demokrat pada Pileg 2019 ini hanya berada di posisi ketujuh sesuai hasil KPU dengan meraup 7,77% atau turun dari sebelumnya di peringkat 4 dengan persentase suara 10,9% Demokrat sesungguhnya masih memikat di parlemen.
Target Jokowi untuk menguasai pemerintahan sekaligus parlemen untuk memuluskan kebijakan-kebijakan yang diambilnya membuat AHY yang potensial menjadi tangan kanan Jokowi sebagai penghubung kepada SBY dan partainya. Gagal di Pilkada DKI membuat AHY juga perlu pentas yang mendukung untuk mewujudkan cita-citanya menjadi Presiden Indonesia dalam Pemilu selanjutnya.
Menjadi menteri di kabinet Jokowi bisa menjadi hal yang menjanjikan toh sebelumnya SBY pun menjadi menteri dahulu di era Megawati sebelum akhirnya menjadi Presiden RI. Jokowi sendiri diprediksi akan memasukkan AHY sebagai salah satu kandidat menteri di kabinetnya untuk membawa gerbong dukungan Demokrat berada di pemerintahan setelah sebelumnya bergabung sebagai oposisi bersama Gerindra dan PKS.
AHY pun berdiskusi panjang dengan Presiden Jokowi sambil membawa pesan dari Ayah dan Ibunya
"Saya mengucapkan selamat atas pengumuman KPU kepada bapak Presiden Jokowi sebagai Presiden selanjutnya. Harapan bapak SBY, pemerintah dan negara dapat menangani situasi pasca pemilu secara damai. Tersedia ruang komunikasi, solusi politik, solusi hukum dan pendekatan keamanan. Sebisa mungkin dapat terhindar dari korban"
"Saya tidak ingin negara ini terbelah menjadi 2 hanya gara-gara perbedaan politik. Kita ingin mewujudkan Indonesia menjadi rumah besar bagi kita semua, negara yang hebat 5-10 tahun mendatang. Kita mengharapkan Indonesia menjadi negara yang selalu sejahtera" tutur AHY dalam pernyataannya di istana Bogor.
Sementara BPN mengomentari pula pertemuan kedua AHY dan Jokowi ini dengan sindiran. Menurut Andre Rosiade dari Gerindra, AHY dianggap tak pernah punya waktu ke BPN namun bisa kongkow bareng dengan para pendukung Jokowi dan bahkan diundang Jokowi hingga 2 kali ke istana sebagai pribadi bukan perwakilan partai.
Nampaknya AHY mulai dianggap penting dan jadi anak emas yang memungkinkan dirinya dapat menjadi kandidat Menteri di kabinet Jokowi selanjutnya. Menteri Sosial kah?
