Barcelona Takluk dari Liverpool Karena Kaget Klopp Mainkan Pemain yang Justru Jarang Ditampilkan?

Xherdan Shaqiri dan Divock Origi saat merayakan gol ke gawang Barcelona via cnn.com
Sumber.com - Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, melakukan sedikit perubahan dalam susunan pemain yang ia turunkan sejak menit awal ketika menjamu Barcelona di leg kedua Liga Champions yang baru saja berlangsung pada Rabu (8/5) dini hari WIB. Absennya dua pemain penting yang dimiliki oleh Klopp yakni Roberto Firmino serta Mohamed Salah telah mengharuskan Klopp memutar otak untuk menggantikannya dengan pemain yang tepat.
FT: LIVERPOOL 4-0 BARCELONA
— Anfield HQ (@AnfieldHQ) May 7, 2019
ANOTHER CHAMPIONS LEAGUE FINAL. ?
NO FIRMINO OR SALAH ?
WHAT A NIGHT.
WHAT A TEAM.
WHAT A CLUB.
WE ARE LIVERPOOL. ? pic.twitter.com/ugfTVWzDct
Alhasil nama Xherdan Shaqiri serta Divock Origi pun dipilih oleh pelatih berkebangsaan Jerman ini. Di leg kedua ini, Klopp juga turut menampilkan formasi menyerang 4-3-3 dan menempatkan Shaqiri serta Origi untuk beroperasi di sektor serangan timnya. Shaqiri diberikan peran untuk bermain lebih melebar agar bisa membongkar solidnya pertahanan Barcelona dari sisi sayap. Sementara itu, Origi diplot sebagai ujung tombak serangan.
Barcelona berhasil dikejutkan oleh gol cepat yang dicetak oleh Divock Origi saat pertandingan belum genap berusia 10 menit. Origi yang sering dipercaya tampil sebagai supersub ini sukses membuka keran gol bagi timnya di menit-menit awal pertandingan. Tak hanya berhasil mencetak gol pembuka saja, Origi juga sukses mencetak gol kemenangan bagi The Reds setelah memanfaatkan umpan yang sangat brilian dari rekan setimnya, Trent Alexander-Arnold di menit ke-79.
And here's the Origi goal with Titanic Music for Liverpool fans.... #LIVBAR #Origi #YNWA pic.twitter.com/97XQ2jrot3
— Olly (@OllyWxn) May 7, 2019
Sementara itu, Shaqiri juga terlihat bermain baik ketika dipercaya oleh Klopp untuk dimainkan sejak menit awal. Whoscored bahkan tidak ragu untuk memberikan rating senilai 7,2 kepada pemain berpaspor Swiss ini. Gelandang yang direkrut oleh Liverpool dari Stoke City di musim panas lalu ini beberapa kali mampu membuat para pemain bertahan Barcelona kerepotan untuk menghentikan akselerasi serta penetrasi yang ia lakukan dari sisi sayap.
Liverpool
— Tancredi Palmeri (@tancredipalmeri) May 7, 2019
Alisson 7;
Alexander-Arnold 8
Matip 8.5
Van Dijk 8
Robertson 7.5;
Henderson 8.5
Fabinho 8
Milner 7.5;
Shaqiri 8.5
Origi 9
Mané 8
Subs
Wijnaldum 9.5
Gomez sv
Sturridge sv
Ref Cakir 9: best game of his career. Adapting to crazy pace, right on many difficult decisions
Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, diklaim sama sekali tidak memperhitungkan kedua sosok pemain baru yang dipercaya oleh Klopp untuk dimainkan sejak menit awal pada saat menghadapi tim asuhannya. Pada leg pertama, Ernesto Valverde mungkin dianggap telah sukses mematikan pergerakan eksplosif dari Roberto Firmino serta Mohamed Salah, maklum saja kedua pemain ini memang merupakan pemain yang sering dipercaya oleh Klopp untuk bermain sejak menit awal.
Tentunya, bukan perkara mudah untuk membaca permainan Liverpool jika Firmino dan Salah melalui adanya bantuan dari rekaman video serta catatan statistik yang sudah dianalisa oleh Valverde bersama staf pelatihnya sebelum kedua tim saling berjumpa di leg pertama Liga Champions pekan lalu.
Selain itu adanya perubahan gaya bermain Klopp yang diterapkan untuk skuatnya juga menjadi kunci kesuksesan Liverpool lainnya yang sukses membenamkan Barcelona di Anfield Stadium. Pada leg kedua semifinal Liga Champions ini Klopp lebih berani untuk meminta skuatnya memainkan bola-bola atas ketimbang di leg pertama kemarin. Hal itu tentu saja berani dilakukan Klopp menyusul kehadiran seorang Origi yang seringkali mencetak gol melalui sundulan kepalanya.
Jurgen Klopp becomes the first manager to take an English club to three European finals in his first three seasons in continental competition. Only Klopp, Ferguson, Paisley, Benitez, Revie and Nicholson have reached 3+ finals. https://t.co/yMWYWK0ZDa
— Richard Jolly (@RichJolly) May 7, 2019
Origi memang kerap kali tampil sebagai penentu kemenangan bagi skuat Liverpool ketika timnya sedang mengalami kebuntuan untuk mencetak gol ke gawang lawan. Masih ingat dalam ingatan, ketika Origi berhasil mencetak gol melalui sundulan kepalanya ketika Liverpool tengah mengalami kebuntuan saat berjumpa dengan Everton dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris pada awal Desember 2018 lalu.
Dan yang terbaru terjadi ketika Liverpool berhadapan dengan Newcastle United di pekan ke-37. The Reds yang tengah mengejar tiga poin untuk tetap bisa bersaing dengan Manchester City dalam perburuan gelar juara Liga Inggris berhasil diselamatkan oleh Divock Origi yang masuk sebagai pemain pengganti. Lagi-lagi sang pemain mencetak gol melalui sundulan kepalanya ke gawang Martin Dubravka.
Dalam sesi konferensi persnya, pelatih Valverde pun turut mengakui bahwa ia merasa ada perubahan taktik permainan yang diterapkan oleh Liverpool di leg kedua semifinal Liga Champions kemarin. Valverde bahkan mengaku kalau dirinya memang sudah mengetahui kalau sang lawan akan bermain dengan tensi yang lebih tinggi ketimbang pekan lalu, namun ia sama sekali tak menduga permainan yang telah ditampilkan oleh tim lawan seperti yang sudah dilihat pada Rabu (8/5) dini hari tadi.
"Mereka lebih baik dari kami dan kami harus menerimanya. Gol kedua mereka melukai kami secara besar-besaran dan yang ketiga datang tepat setelah itu. Kami tidak mengubah peluang kami menjadi gol. Ketika sebuah tim membalikkan keunggulan seperti itu dan melawan balik seperti mereka telah dilakukan, tidak ada alasan," imbuh Ernesto Valverde seperti dilansir dari laman resmi UEFA.
"Kami menduga Liverpool akan bermain lebih tinggi daripada minggu lalu mereka melakukan itu dan kami tidak mampu menyingkirkan pers tinggi mereka," pungkasnya.
