Jadi Pahlawan Chelsea, Kepa Arrizabalaga Akui Insiden Wembley Telah Memberikan Pelajaran Berharga

Ekspresi kebahagiaan Kepa Arrizabalaga usai tepis penalti pemain Frankfurt via espn.co.uk
Sumber.com - Kepa Arrizabalaga berhasil menobatkan dirinya sebagai pahlawan di leg kedua semifinal Europa League yang berlangsung pada Jum'at (10/5). Chelsea baru saja menyudahi perlawanan sengit atas sang lawan yang datang jauh dari Jerman, Eintracht Frankfurt. Pertarungan sengit ini sendiri harus diakhir lewat babak adu penalti setelah di babak normal kedua tim bermain imbang (1-1).
Chelsea mampu memenangkan babak adu tos-tosan dengan skor 4-3. Kiper Chelsea, sukses menggagalkan dua eksekutor penendang penalti dari Frankfurt. Dua tendangan penalti dari Martin Hinteregger dan Goncalo Paciencia berhasil ditepis dengan baik oleh Kepa, sebelum pada akhirnya Eden Hazard memastikan kelolosan untuk The Blues ke babak final Europa League.
Itu merupakan cerita yang sangat berbeda dengan apa yang terjadi ketika Chelsea berjumpa dengan Manchester City di partai final Piala Liga (Carabao Cup) 2019. Kedua kesebelasan juga harus mengakhiri permainan lewat babak adu penalti. Dalam laga tersebut, Kepa juga terlibat insiden yang cukup membuat gempar jagat dunia karena sang kiper menolak untuk diganti oeh pelatih Maurizio Sarri di pertandingan tersebut.
Chelsea’s Goalkeeper Kepa Arrizabalaga blatantly refused to be subsisted in the Carabao Cup Final against Manchester City.
— SilverbirdTV (STV) (@SilverbirdTV) February 25, 2019
.
.
If you were in Sarri’s position would you keep Kepa as your first choice keeper?
.
.#GoalKeeper #Chelsea #ManchesterCity #ManCity #SilverSports #Stv pic.twitter.com/CT3MvcN6OR
Kiper kelahiran Spanyol ini juga gagal mengantisipasi tendangan penalti dari para pemain Manchester City. Alhasil, The Blues pun gagal meraih gelar juara pertamanya bersama Maurizio Sarri. Sementara itu, pasca pertandingan Kepa benar-benar telah jadi bulan-bulanan bagi para penggemar setia Chelsea. Sang kiper tak ayal disebut-sebut menjadi biang kegagalan Chelsea untuk merengkuh trofi Piala Liga di musim ini.
Kepa take a bow son. Two top saves.
— CFC-Blues.com (@CFCBlues_com) May 9, 2019
WE’RE IN THE FINAL, AZERBAIJAN HERE WE COME ? #CFC #KTBFFHpic.twitter.com/pPJ5x1QTX8
Penolakan pergantian pemain yang dilakukan oleh Kepa di final Piala Liga telah membuat sang pemain mendapatkan hukuman dari pihak klub. Gaji Kepa selama satu pekan pun tidak dibayarkan oleh Chelsea dan kedua belah pihak telah menyepakati kalau gaji selama satu pekan tersebut akan dialokasikan ke Chelsea Foundation.
Usai berlaga menghadapi Frankfurt, Arrizabalaga mengaku sangat senang bisa membantu timnya lolos ke final kompetisi kasta kedua di benua Eropa ini. Kiper berusia 24 tahun ini pun mengatakan insiden yang terjadi di Wembley Stadium di final Carabao Cup telah memberikannya banyak pelajaran hingga ia bisa melakukan evaluasi serta peningkatan terhadap dirinya sendiri.
? February
— Football on BT Sport (@btsportfootball) May 9, 2019
? League Cup final
∙ Refused to be substituted ahead of penalty shootout
? May
? Europa League SF
∙ Penalty shootout hero
A much happier ending for Kepa this evening ? pic.twitter.com/HjTa9PIx2p
"Penalti kurang beruntung. Hari ini kami menang dan di final Piala Carabao kami kalah, tapi ini sepak bola. Atmosfer hari ini sangat bagus. Kami bermain melawan tim yang sangat kuat, tapi kami sangat senang dengan hasil ini," kata Kepa kepada BT Sport.
"Wembley, saya telah belajar banyak hal di sana, saya juga telah meminta maaf kepada orang lain, tetapi kami terus melihat ke depan. Ini merupakan laga semifinal lainnya bagi kami dan kami sangat senang bisa bermain di Baku, Azerbaijan di final Europa League. Inilah sepakbola, Di semifinal terakhir di Piala Carabao melawan Tottenham, kami menang melalui babak adu penalti juga," sambungnya.
Lebih lanjut, saat Kepa dimintai komentarnya yang bertemu dengan Arsenal di final Europa League. Eks kiper Athletic Bilbao ini mengatakan bahwa ia bersama rekan-rekan setimnya akan berusaha lebih keras dan kuat lagi saat berhadapan dengan Arsenal.
"Kami akan menghadapi laga final yang sangat kuat melawan Arsenal. Saya pikir musim ini kami sedikit merasa kesulitan, tetapi kami telah berhasil mencapai dua final di dua ajang berbeda, saya pikir ini musim yang baik untuk kami," pungkasnya.
