Luhut dan Susi Terus Berkonflik Soal Kebijakan Laut, Susi Digeser Jadi Menteri Lingkungan Hidup?

Susi Pudjiastuti via antara
Sumber.com - Berbicara laut maka selama 4,5 tahun terakhir, Indonesia patut bangga dengan sepak terjang Bu Menteri Susi Pudjiastuti yang membuat Indonesia berdaulat di laut dengan beberapa kebijakannya. Namun dalam setahun terakhir, bu Susi mendapat banyak resistensi justru dari internal kabinet Kerja terutama dari Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.
Sebagai Menteri yang ada dibawah Menko Kemaritiman, seringkali Susi meminta bantuan media dan juga rekan sejawatnya agar visi dan kebijakannya untuk membawa laut Indonesia bersih dari para illegal fishing, bersih dari alat penangkap ikan ilegal hingga masalah benih lobster yang tidak diperbolehkan di ekspor selalu mendapat perlawanan dan kritik dari Luhut.
Terakhir, Luhut mengkritik Bakamla yang menyebutnya sebagai organisasi banci karena tumpang tindih dengan organisasi bentukan Susi Satgas 115 Illegal Fishing untuk mengamankan laut dari para illegal fishing. Kewenangan menjaga laut yang tumpang tindih ini disebut Luhut membuat cost guard republik Indonesia lemah.
Luhut menyindir kewenangan laut ada di banyak lembaga ada Bakamla, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan Perikanan hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini yang disebut tumpang tindih. Sebelumnya Luhut sudah seringkali mengkritik kebijakan Susi mulai dari penenggelaman kapal yang membuat Susi sampai harus berpesan pada Jaksa Agung dan Ketua Mahkamah Agung agar menolak banding para kapal pencuri ikan hingga berdebat masalah cantrang.
Sering berkonfilik disinyalir, peran Susi pun akan dikurangi di Kementerian Kelautan dan Perikanan dan isu yang beredar dirinya akan digeser menjadi Menteri Lingkungan Hidup agar tidak lagi satu atasan dengan Luhut Binsar Panjaitan. Luhut sendiri adalah salah satu pembantu Jokowi yang paling dipercaya dan mempunyai keterikatan serta kedekatan dengan Jokowi. Luhut bahkan memiliki saham di perusahaan Jokowi yang bergerak di usaha furniture Meubel hingga produk kehutanan.
Isu reshuffle kabinet yang lumayan banyak beredar kabarnya juga akan membuat beberapa nama di kabinet digantikan orang-orang baru. Sebagai pengganti Susi, orang yang disiapkan Luhut adalah Riza Damanik. Riza Damanik adalah mantan Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) yang sekarang jadi bagian dari KSP yg dipimpin oleh Teten Masduki.
Meski sering berkonfrontasi dan berkonflik dengan Luhut terkait kebijakan laut, rakyat justru masih sangat percaya bu Susi adalah orang yang tepat di pos menteri kelautan dan perikanan dibanding siapa pun. Jokowi pun sebagai presiden masih tetap membela bu Susi untuk menenggalamkan kapal-kapal pencuri ikan karena perintah Presiden sangat jelas untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia setidaknya hingga saat ini.
Jika ada reshuffle, akankah Susi dengan segala prestasinya malah kebagian jatah? Semoga Presiden Jokowi selalu percaya kemampuan menterinya yang memang benar-benar ditakuti di dunia internasional ya Kawan Sumber!
