Tangisan Pochettino Pecah di Akhir Laga Hingga Berujung Sujud Syukur

Tangisan Pochettino Pecah di Akhir Laga Hingga Berujung Sujud Syukur

Pochettino nangis 2

Pochettino terharu via BT Sports

 

Sumber.com - Apa yang dilakukan tim Inggris di semifinal Liga Champions musim ini memang luar biasa. Ketika Liverpool dianggap tak mampu mengejar aggregat skor 3-0, mereka justru menang dengan skor 4-0. Sehari berselang giliran Tottenham, sempat kalah aggregat 3-0 hingga babak pertama, dengan bantuan hattrick Lucas Moura di babak kedua, mereka pun bisa lolos setelah menang aggregat cetak gol di kandang lawan 2-3.

 

Tidak ada yang percaya, Tottenham bisa melakukan keajaiban itu yang uniknya dilakukan di menit terakhir. Setelah Lucas Moura mencetak gol dan peluit wasit berbunyi tanda pertandingan usai tangis sang pelatih Mauricio Pochettino pun pecah. Pochettino memeluk seluruh staf pelatih sambil berlinang air mata seakan tidak percaya timnya masuk final Liga Champions pertama kalinya dalam sejarah.

 

 

Pochettino menangis

Tangisan Pochettino via twitter

 

Pochettino yang berasal dari Argentina ini memang tak kuasa menahan tangisannya dan memeluk seluruh pemain yang menjadi anak asuhnya. Sebuah gol di menit 96 dar Lucas Moura sudah cukup membuat para pemain Ajax tertunduk lemas sementara para pemain Tottenham berselebrasi. Pochettino bahkan mengakhirinya dengan sebuah sujud syukur khas kaum muslim sebagai bentuk syukurnya atas pencapaian timya ke final.

 

Pochettino sujud syukur

Pochettino sujud syukur via twitter

 

Datang dari tim kecil Southampton untuk melatih Tottenham, apa yang dicapainya selama hampir 5 musim melatih sungguh luar biasa. Bahkan bisa tergolong hebat karena Spurs sejauh ini baru pertama kali melangkah ke final liga champions sepanjang sejarah klub dan selama 3 musim terakhir konstan berada di posisi 3 besar ditengah hadangan tim-tim besar Inggris yang gemar menggelontorkan belanja pemain mahal.

 

 

Tottenham yang dahulu dianggap hanya sebagai tim papan tengah, beranjak diakui sebagai big six di Inggris berkat tangan dingin Pochettino. Bahkan musim ini, hal itu dicapai tanpa membeli pemain sama sekali akibat dana transfer mereka dialihkan untuk membangun stadion baru, New White Hart Lane.

 

Dari tim yang gemar memproduksi pemain mahal, kini Tottenham justru bisa membidik trofi pertama mereka di era Pochettino ketika bersua di final dengan Liverpool yang notabene juga belum pernah meraih juara bersama Klopp. Hanya satu gelar yang tersisa dan kini kedua pelatih hebat Klopp dan Pochettino harus berebut trofi untuk membuktikan kapasitas mereka bukan pelatih biasa "kaleng-kaleng".