Cerita Prabowo - Titiek, Mantan Yang Mesra Tiap Lima Tahun sekali

Cerita Prabowo - Titiek, Mantan Yang Mesra Tiap Lima Tahun sekali

prabowo titik

Ilustrasi Via Blogger

 

Sumber.com - Prabowo Subianto - Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) bercerai pada tahun 1998. Prabowo, yang merupakan menantu dari Soeharto dianggap sebagai salah satu sosok yang ikut membuat sang presiden lengser. Hubungan Prabowo dengan Soeharto kemudian memburuk, termasuk dengan keluarganya. 

 

Ada dua konsekuensi yang diterima Prabowo saat itu, selain harus bercerai dengan sang istri, kariernya pun redup. 

 

Namun meski bercerai, bukan lantas keduanya putus hubungan. Mereka juga masih terlihat mesra terutama pada setiap hajat pemilihan presiden. Misalkan pada Pilpres 2014 dan 2019, mereka juga tak ragu untuk mengumbar kemesraan di depan publik. Prabowo kini adalah Ketum Gerindra sekaligus capres, sedangkan Titiek adalah politisi Partai Berkarya yang mengusung Paslon Prabowo - Sandiaga Uno. 

 

2014, Titiek tak sendiri. Dia menyebut bahwa Keluarga Cendana mendukung Pangan Prabowo - Hatta. Titiek, yang saat itu bernaung di Partai Golkar, berharap Prabowo bisa meneruskan cita-cita mantan Presiden Republik Indonesia Soeharto. Ia mengatakan, presiden kedua Indonesia itu ingin membawa kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. 


"Adil dan makmur berdasarkan Pancasila bisa terlaksana, terwujud kalau kita pilih Prabowo," kata Titiek waktu itu dilansir Republika Sabtu 28 Juni 2014. Ada alasan tersendiri Titiek menjatuhkan pilihannya pada Prabowo. Ia mengatakan sudah lama mengenal jenderal purnawirawan bintang tiga itu. Saat masih prajurit dan sampai Panglima Kostrad, ia mengatakan, Prabowo selalu menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. 

"Sangat mencintai anak buah," kata dia.

 

Titiek juga mengatakan bahwa Prabowo adlaah sosok yang berwibawa, itu sebabnya dia cocok menjadi pemimpin bangsa. Jadi, alasan dirinya mendukung Prabowo bukanlah karena dia mantan suaminya. Namun kemudian Prabowo - Hatta dinyatakan kalah. Jokowi - JK maju sebagai presiden dan wakil.

 

Titiek tidak lantas menyerah, pada 2019 dengan gerbong yang berbeda yaitu Partai Berkarya kembali mereka mesra, tak jarang mereka terlibat pertemuan, bahkan dalam beberapa kesempatan tampak begitu dekat seolah tidak seperti mantan suami istri yang sudah bercerai. Titiek memberikan dukungan untuk sang mantan dengan sepenuhnya.

 

Bahkan ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi perhitungan suara yang menyebutkan bahwa lagi-lagi Prabowo harus kalah oleh rival yang sama, Jokowi, Titiek pun masih setia mendampingi Prabowo yang kini tengah memperjuangkan gugatan sengketa Pilpres 2019 melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

 

Di MK, bisa saja keputusan KPU berubah meski beberapa kalangan menilai kemungkinannya kecil. Bahkan banyak yang menyebut bahwa saat ini Jokowi memang telah keluar sebagai pemenang dalam kontestasi lima tahunan itu. Prabowo kalah lagi. Jika memang begitu, akankah Titiek tetap setia pada sang mantan?

 

Bagaimana di 2024 nanti? Masihkah mereka akan tetap 'mesra'? Hanya waktu yang bisa menjawab.