Hobi Update Status Kata-Kata Bijak, Tandanya IQ Kamu Rendah?

Hobi Update Status Kata-Kata Bijak, Tandanya IQ Kamu Rendah?

Untitled42

Ilustrasi via liputan6.com

 

Sumber.com - Siapa di antara kalian yang memiliki teman yang hobi terus-menerus mengunggah kalimat bijak atau movitasi di linimasa media sosial (medsos), baik itu Instagram atau Facebook? Jangan-jangan, Kawan Sumber termasuk salah satunya?

 

Namun, ketika kutipan insipratif yang berasal dari Shakespeare, misalnya diunggah setiap hari, tentu siapapun akan merasa jengah. Penelitian pun mengungkapkan bahwa orang-orang yang cenderung sering mengunggah kutipan bijak di medsos memiliki tingkat kecerdasan atau IQ rendah dibanding orang-orang yang tidak mengunggah kutipan inspiratif.

 

Berdasarkan penelitian dari University of Waterloo, dalam makalah bertajuk "Perihal Omong Kosong Sok Dalam". Tim penulisnya, dipimpin oleh seorang ahli psikologi kognitif Gordon Pennycook bersama empat peneliti lain, menyatakan ada hubungan antara tingkat IQ rendah dengan sifat seseorang yang mudah terkagum-kagum dengan kutipan inspiratif yang terlihat 'bermakna mendalam'.

 

Para peneliti menggunakan situs sebpearce.com yang mampu mengeluarkan pernyataan acak terdengar 'penuh makna' semacam, "Hidup ini adalah oase dari keyakinan mawas diri," atau, "Ilmu pengetahuan mengatakan esensi dari alam adalah bimbingan.

 

"Saya tidak sengaja menemukan situs itu dan penasaran apakah sudah ada penelitian yang dilakukan berdasarkan situs tersebut. Seringkali saya melihat kutipan (di beranda Facebook) yang bernada motivasi, biasanya ada kutipan dan foto seseorang," kata dia, dikutip dari Vice, Senin, 17 Juni 2019.

 

Dalam penelitian tersebut, 300 responden diminta membaca berbagai kutipan, termasuk kutipan 'omong kosong' yang dibuat-buat. Mereka diminta menilai seberapa 'bermakna' kutipan-kutipan tersebut dalam skala satu sampai lima.

 

Skala jawaban menentukan klasifikasi kalimat-kalimat inspiratif itu sebagai 'penuh makna', omong kosong, atau 'membosankan'. Peserta tes ini juga diminta mengukur kemampuan kognitif dan kepribadian masing-masing.

 

Mereka yang tidak dapat mendeteksi omong kosong dan mengklasifikasikan pernyataan 'sok dalam' dari kalimat di atas sebagai penuh makna, cenderung jatuh dalam kategori pribadi berintelegensi lebih rendah.

 

Menurut Gordon, orang-orang yang terlalu mudah menerima kalimat penuh motivasi atau kata-kata bijak adalah orang yang kurang reflektif, berkemampuan rendah dalam hal kognitif seperti berhitung, kemampuan verbal dan kecerdasan. Tak hanya itu, mereka dipercaya lebih mudah merasa bingung dalam hal filosofis dan ide konspirasi, serta cenderung memegang keyakinan agama dan paranormal, dan cenderung lebih mendukung pengobatan alternatif.

 

Jadi mungkin, orang-orang yang terlalu sering mengunggah foto-foto dengan kata-kata bijak di medosnya mungkin tidak secerdas yang kamu bayangkan.

 

Baca juga: Tinggal Sendirian Di Sebuah Kota, Wanita Ini Jadi Walikota, Bartender Hingga Pustakawan

 

Baca juga: Keren! Sampah Botol Plastik Bisa Jadi Bayaran Sekolah di Nigeria, Indonesia Kapan Ya?