Telinga Justru Tidak Boleh Dibersihkan, Benarkah?

Ilustrasi pembersihan telinga dengan cutton bud via fotolia
Sumber.com - Membersihkan lubang telinga seringkali menjadi kendala dikarenakan membutuhkan alat yang dimasukkan kedalam telinga dalam hal ini cutton bud atau bahkan lilin ear candle. Penggunaan cutton bud seringkali rentan karena beresiko melukai bagian dalam telinga yang sensitif dan juga kuatir cutton bud tidak steril atau tertinggal di dalam.
Penggunaan lilin ear candle malah memiliki resiko lebih berbahaya lagi dimana bekas lilin dari ear candle bisa menyebabkan telinga penuh bekas lilin dan menimbulkan gangguan pendengaran. Selain itu ada risiko luka bakar apabila api dan tetesan lilin yang panas mengenai kulit di sekitar daun telinga.
Lalu bagaimanakah pembersihan yang terbaik bagi telinga? Tahukah Kawan Sumber sebenarnya telinga memiliki mekanisme tersendiri dan mampu membersihkan dirinya sendiri tanpa harus dibersihkan oleh kita.
Menurut dr. Hably Warganegara, Sp. THT-KL dilansir dari majalah Intisari edisi Juni 2019, telinga justru pantang untuk dibersihkan. Jika telinga gatal barulah boleh dibersihkan dengan lembut namun tidak setiap saat. Ada anjuran untuk membersihkan telinga sehabis mandi justru merupakan langkah yang salah. Karena bila dibersihkan terlalu sering, kulit dalam telinga bisa teriritasi karena termasuk kulit bagian dalam termasuk gendang telinga tergolong tipis.
Kotoran telinga justru muncul secara otomatis akibat produksi kelenjar sebasea, kelenjar seruminosa yang bercampul dengan epitel kulit yang terlepas dan partikel debu. Letaknya yang berada menjorok keluar atau sepertiga bagian luar liang telinga membuat jika dibersihkan tidak tepat kotoran yang ada bisa masuk makin ke dalam ke arah gendang telinga. Akibatnya kotoran telinga malah menyumbat lubang dan semakin susah untuk dibersihkan.
Membersihkan telinga juga bisa melukai bagian dalam lubang telinga hingga infeksi yang berbahayanya dapat membuat seseorang kehilangan kemampuan pendengaran. Terkadang cara yang salah sering membuat telinga kita justru berdengung dan membuat kondisi menjadi makin parah.
Banyak orang tidak tahu bahwa sebenarnya kotoran telinga justru memiliki fungsi sebagai pelindung telinga dari kuman dan bakteri. Selain itu telinga memiliki mekanisme tersendiri yang mampu keluar dengan sendirinya akibat migrasi epitel (jaringan pelindung) dan gerak rahang. Membersihkan terlalu sering justru akan membuat kotoran telinga diproduksi makin banyak lagi oleh kelenjar-kelenjar didalamnya karena secara otomatis mereka ingin memproteksi dan melindungi telinga.
Untuk pencegahan dan lebih amannya apabila telinga kita bermasalah bukanlah dengan membersihkannya dengan alat sendiri, namun konsultasilah ke dokter THT agar gangguan pendengaran atau rasa sakit dalam telinga bisa teratasi.
