Luka Jovic, Spesialis Pencetak Rekor Sejak Kecil yang Pernah Tolak Barca Demi Pinangan Madrid
Luka Jovic via mirror
Sumber.com - Luka Jovic resmi menjadi bagian skuat Real Madrid musim depan setelah Madrid mengumumkan pembeliannya dengan harga 60 juta euro dengan durasi kontrak 5 tahun kedepan hingga 2024. Penyerang berusia 21 tahun ini dianggap memenuhi profil penyerang muda yang tajam serta potensial yang diinginkan Zinedine Zidane sebagai regenerasi skuat emas Madrid dalam beberapa tahun ke depan.
? TRANSFER NEWS ?@realmadriden has signed Luka #Jovic on a 5-year contract.
— Eintracht Frankfurt (@eintracht_us) June 4, 2019
Always an ?! Good luck, Luka!#SGE | #SGEagles?? pic.twitter.com/BgCVxPArxh
Setelah kedatangan 2 pemain sayap asal Brasil di lini depan seperti Vinicius Jr yang sudah bermain di tim utama Madrid dan Rodrygo yang masih dipinjamkan, Zidane melengkapi kepingannya dengan Luka Jovic, sang pencetak 27 gol dan 7 assist musim lalu di seluruh kompetisi bersama Eintracht Frankfurt. Golnya ke gawang Benfica, Inter Milan hingga Chelsea mengantarkan timnya hingga semifinal Europa League sebelum kalah dari Chelsea yang akhirnya menjadi juara.
? June 2017:
— SPORF (@Sporf) June 4, 2019
?? Luka Jovic joins @Eintracht on a 2 year loan deal from @SLBenfica.
? April 2019:
?? Jovic joins @Eintracht on a permanent deal for €7m.
? June 2019:
?? Jovic moves to @RealMadrid for €60m.
? Wise investment! pic.twitter.com/VjHCBtob55
Eintracht Frankfurt pun mengambil banyak keuntungan dari Luka Jovic karena dirinya awalnya adalah pemain Benfica namun mengalami masalah adaptasi hingga cedera di Portugal hingga akhirnya melesat di Jerman. Frankfurt pun mempermanenkan kontraknya pada April 2019 lalu hanya dengan harga 7 juta euro sebelum 2 bulan kemudian menjualnya pada Madrid seharga 60 juta euro atau hampir 9 kali lipat dari harga belinya.
Menjadi runner up pencetak gol terbanyak di Europa League hingga menjadi pencetak gol termuda dengan jumlah 5 gol dalam 1 pertandingan menjadi rekor yang dia ciptakan musim lalu. Lahir di Bosnia & Herzegovina, di sebuah desa kecil dengan nama Batar, ia telah mencintai bola sejak kecil dimana ketika berusia 7 tahun Luka Jovic bermain di liga anak-anak dan mencetak hattrick di pertandingan pertamanya.
Pemandu bakat klub-klub besar seperti Red Star Belgrade hingga Partizan mulai memantaunya. Bahkan ayahnya ditawari € 50 untuk setiap gol yang dia cetak, ditambah biaya perjalanan dari desa asalnya ke Beograd agar Luka Jovic terus konsisten bermain. Hingga akhirnya Toma Milićević, scout untuk Red Star Belgrade mengajaknya menjadi pemain sepak bola profesional.
Jović pun bersinar di tim yunior Red Star dan dengan cepat dianggap sebagai wonderkid untuk masa depan. Kepercayaan itu ditunjukkan dengan diberikannya kesempatan debut untuk Red Star di usia 16 tahun, 5 bulan, dan 5 hari, sebagai pemain pengganti saat melawan FK Vojvodina.
Hanya butuh dua menit baginya untuk menuliskan namanya dalam buku-buku sejarah klub dan menunjukkan talentanya bahwa dia adalah pemain masa depan Serbia. Jović mencetak gol hanya dalam 120 detik saat debutnya, sebuah rekor untuk pencetak gol termuda dalam sejarah klub yang memecahkan legenda timnas Serbia dan Inter Milan Dejan Stanković ketika masih bermain untuk Red Star.
Pada usia 18 tahun dirinya dibeli Benfica namun dia tidak langsung bermain di tim utama melainkan di Benfica B. Dia pun menunjukkan kapasitasnya dan akhirnya naik di tim utama. Namun karena dia tertangkap clubbing hingga tengah malam, Jovic pun diisolasi. Rui Costa, seorang legenda klub Benfica yang juga direktur olahraga tim mendekati pemuda Serbia itu dan memberinya nasihat.
"Kamu tahu, ini yang bisa kamu lakukan, itu semua ada di kepalamu." kata Rui Costa mengingatkan bahwa potensinya bisa hancur jika tidak keprofesionalannya.
Jovic pun tidak betah dan mengambil tantangan dengan Frankfurt selama 2 musim dan di Jerman dirinya membentuk trisula maut dibawah pelatih Niko Kovac yang akhirnya pindah ke Bayern musim lalu karena kesuksesannya. Dia menjadi pemain yang sangat tajam dengan Sebastian Haller dan Ante Rebic sebagai partnernya. Dia pun masuk dalam skuat Serbia di Piala Dunia 2018 lalu berkat ketajamannya.
Barcelona pun memantaunya untuk menjadi striker masa depan pengganti Suarez, namun musim lalu dirinya menolak dan bertahan di Frankfurt. Keputusan untuk Madrid lebih karena Madrid adalah tim impian dalam hatinya sejak kecil. Ketika dia tumbuh menjadi remaja, Madrid adalah tim bertabur bintang dan juara.
Kini impiannya terwujud dan musim depan dirinya akan membela Real Madrid serta berpeluang bermain dengan para pemain terbaik dunia. Publik Madrid pun pernah punya memori indah dengan pemain asal Serbia ketika Predrag Mijatovic ketika tahun 1998/1999 menjadi duet Raul Gonzales yang membawa Madrid menjadi juara Liga Spanyol dan Liga Champions.
Akankah Luka Jovic mencetak rekor-rekor lainnya di Madrid dan sukses? Waktulah yang akan membuktikan bersama Zinedine Zidane dia disiapkan menjadi pemain kunci regenerasi Madrid.
Bagi para fans Real Madrid, kalian sepertinya wajib mengenal lebih jauh calon penyerang masa depan dari klub kebanggaan kalian https://t.co/4K8nAN1Mcf#SumberBerbagi #Bola #RealMadrid
— Sumber Media (@SumberMedia) June 5, 2019
