Rahmat Baequni, Ustadz Yang Sebut Petugas KPPS Meninggal Karena Diracun

Ilustrasi Via Blogger
Sumber.com - Nama Ustadz Rahmat Baequni mendadak jadi buah bibir setelah dia mengomentari alasan meninggalnya Petugas KPPS yang bekerja di Pemilu 2019. Menurut dia, alasan dibalik kematian ratusan petugas tersebut adalah diracun. Vdeonya beredar luas di media sosial dan mendapatkan perhatian dari pihak kepolisian.
Polisi menyebut bahwa informasi yang disebutkan Rahmat adalah hoaks. Perkara kemudian dilimpahkan dari Mabes Polri ke Polda Jabar.
"Betul, sekarang sudah ada di kita (berkas penyidikan). Pelimpahan kasus tersebut dari Mabes Polri kepada Polda Jabar," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi, Rabu (19/6/2019).
Mulanya, Rahmat mengatakan bahwa dalam jasad korban Petugas KPPS tersebut ditemukan zat beracun. Menurutnya, kematian tersebut tidak masuk akal, karena alasannya adalah racun tersebut disebar ke dalam rokok lalu disebar ke TPS.Dikatakan pula bahwa mereka 'dibunuh' agar tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS.
"Bapak ibu sekalian, ada yang sudah mendapat informasi mengenai ini? Tapi ini nanti di-skip ya. Bapak ibu sekalian yang dirahmati Allah, ketika semua yang meninggal ini dites di lab, bukan diautopsi, dicek di lab forensiknya, ternyata apa yang terjadi? Semua yang meninggal ini, mengandung dalam cairan tubuhnya, mengandung zat yang sama, zat racun yang sama. Yang disebar dalam setiap rokok, disebar ke TPS. Tujuannya apa? Untuk membuat mereka meninggal setelah tidak dalam waktu yang lama. Setelah satu hari atau paling tidak dua hari. Tujuannya apa? agar mereka tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS," kata dia dalam pennggalan videonya.
Kesimpulan Rahmat ini bertentangan dengan asumsi dari Menteri Kesehatan Nila S Moeloek yang menyebut bahwa mereka meninggal karena kelelahan karena bekerja lebih dari waktu yang semestinya.
Selain itu, Rahmat juga pernah mengundang kontroversi setelah mengkiritik salah satu mesjid di Rest Are KM 88 Cipularang. Bentuk segitiga yang banyak terlihat pada design masjid itu dianggapnya terkait dengan lambang illuminati.
Dalam sebuah video viral yang tersebar di media sosial, Ustaz Rahmat Baequni mengajak netizen melihat video di dalam Masjid Al Safar. “Ini di dalam segitiga satu mata, jika kita sholat kita menghadap siapa?. Antara orang sholat dengan Allah ada segitiga mata satu,” ungkap Ustad Rahmat sambil menunjukkan video masjid tersebut.
Video ini langsung diretweet ratusan ribu netizen itu hingga akhirnya ditanggapi oleh Ridwal Kamil. Sebab, Gubernur Jawa Barat itu adalah arsitek dari pembangunan masjid tersebut.
Ridwan Kamil membantah soal unsur illuminati pada masjid tersebut. Dimediasi oleh MUI, Senin (10/6) Ustaz Rahmat Baequni dan Ridwan Kamil akhirnya bertemu untuk berdiskusi perihal kontroversi bangunan masjid tersebut. Keduanya sepakat bertabayyun (bertanya dan berdiskusi untuk memperoleh penjelasan) terkait dugaan unsur illuminati pada masjid.
