Soal Atlet Bulutangkis Tetap Bertanding di Hari Lebaran, Seperti Ini Penjelasan PBSI

Soal Atlet Bulutangkis Tetap Bertanding di Hari Lebaran, Seperti Ini Penjelasan PBSI

indonesia vs denmark antarafoto 3 ratio 16x9

Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan via tirto.id

 

Sumber.com - Bagi kebanyakan orang, Hari Raya Idul Fitri biasanya digunakan untuk berkumpul bersama keluarga besar di kampung halaman. Tapi, di tahun ini sebanyak 31 atlet bulutangkis tanah air terpaksa harus melewati momen bahagia tersebut, karena harus mewakili Indonesia di turnamen Australia Open 2019.

 

Perhelatan Australia Open 2019 memang telah berlangsung sejak 4 Juni dan akan berakhir pada 9 Juni 2019 mendatang. Dengan jadwal tersebut, itu artinya para pebulutangkis yang menjadi wakil skuat Merah-Putih yang terbang ke Australia dipastikan tak akan bisa menjalani hari lebaran dengan berkumpul bersama keluarganya masing-masing.

 

 

Menanggapi jadwal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti meyatakan bahwa bertanding di hari raya sudah biasa dirasakan para pebulutangkis Indonesia. Susy juga menambahkan kalau tak hanya para atlet muslim, para pebulutangkis yang memeluk agama lain seperti Kristen maupun Hindu juga seringkali merayakan hari raya agamanya bersamaan dengan tugas negara.

 

"Kalau hari Lebaran jatuhnya pas pertandingan ya nggak mungkin juga (tidak jadi main). Atlet kan bertugas, dan mau tak mau harus Lebaran di sana," jelas Susy Susanti seperti dikutip dari Suara.com.

 

"Sama dengan Nantal, mungkin BWF Supereries Final 2017 di Dubai, yang Natal-an ya dia tahu konsekuensinya. Jadi kembali ke pribadi masing-masing," lanjutnya.

 

Lebih lanjut, peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 ini juga mengatakan bahwa semua yang mengatur jadwal pertandingan adalah BWF selaku Federasi Bulutangkis Dunia, dan bukan karena keinginan dari PBSI. 

 

"Kita tidak bisa bilang mundur dulu dong jadwal pertandingannya. Tak bisa, karena itu kan yang atur BWF," tandasnya.

 

Kendati sebagian atlet harus bertanding berbarengan dengan Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Susy berharap agar para atlet tetap bisa menampilkan performa yang maksimal. Sementara itu, Jonatan Christie baru saja melakukan kejutan dengan menumbangkan juara bertahan, Lu Guangzu di hari kedua penyelenggaraan Australian Open 2019. 

 

Setelah tampil inkonsisten di Sudirman Cup 2019 kemarin, Jojo memang diminta oleh banyak pihak bisa bangkit dan meraih gelar juara di Australia Open 2019. Jonatan Christie merupakan salah satu pemain tunggal putra andalan Indonesia yang ikut diterbangkan ke Australia selain Anthony Sinisuka Ginting.