Alisson Becker, Sang Penjaga 'Keperawanan' Gawang Brasil yang Belum Pernah Kebobolan di Copa America 2019

Aksi Alisson Becker saat menangkap tendangan bebas Lionel Messi di Copa America 2019 via twitter
Sumber.com - Brasil baru saja berhasil memastikan langkah mereka untuk bisa berlaga di final Copa America 2019 setelah menaklukkan perlawanan Argentina di semifinal dengan skor 2-0. Gabriel Jesus dan Roberto Firmino jadi peran utama yang sukses memberikan penderitaan bagi Lionel Messi dan kawan-kawan. Berkat sumbangan gol dari kedua pemain tersebut, Selecao kembali memiliki kesempatan untuk menambah koleksi trofi di turnamen sepakbola zona CONMEBOL ini.
Pasukan Tite memang berhasil mencetak dua gol ke gawang Argentina di pertandingan semifinal yang baru saja berakhir beberapa menit lalu. Jesus dan Firmino memang saat ini sedang menjadi sorotan publik penggemar sepakbola dunia karena berhasil mencetak gol dan mengantarkan negaranya ke partai puncak, akan tetapi publik juga sepertinya tidak boleh melupakan peranan penting dari sang penjaga 'keperawanan' gawang Timnas Brasil yaitu Alisson Becker.
Penjaga gawang Liverpool ini telah membuktikan bahwa dirinya merupakan sosok penting dibalik para pemain Brasil yang mampu mencetak gol ke gawang tim-tim lawan yang turut ikut serta ambil bagian di turnamen ini. Bayangkan saja, sejak menjalani pertandingan perdana di fase grup hingga memasukki babak semifinal, gawang Selecao sama sekali belum pernah kebobolan. Hadirnya 4 pemain bertahan yang dimainkan oleh Tite memang mampu membuat lini pertahanan Brasil solid dan disegani para pemain lawan, namun kehadiran Becker di bawah mistar gawang sepertinya jadi sosok yang paling krusial bagi lini pertahanan Selecao.
G.O.A.T 2019 Edition pic.twitter.com/e7jFHL7Ucf
— CBF Futebol (@CBF_Futebol) July 3, 2019
Perlu diingat saat Brasil berjumpa dengan Paraguay di babak perempat final kemarin. Peraih sarung tangan emas Liga Inggris 2018/19 ini sukses mengantisipasi satu tendangan penalti yang dilakukan oleh pemain Paraguay. Keberhasilan Becker yang menepis tendangan penalti pemain lawan itu juga yang mampu melecut semangat para pemain Brasil untuk melakukan tugasnya dengan baik, alhasil Jesus mampu menjadi pemain penentu yang meloloskan Brasil ke semifinal Copa America 2019.
Becker memang memiliki peranan yang sangat penting bagi Timnas Brasil. Statistik mencatat kalau ia berhasil mencatatkan cleansheet untuk Timnas Brasil selama 684 menit secara beruntun. Terakhir kali gawang Brasil yang dikawal oleh dirinya kebobolan saat menghadapi Republik Ceko pada (26/3/2019). Saat itu Brasil mampu memenangkan pertandingan dengan skor akhir 3-1. Kemudian di level klub sendiri, Alisson juga terakhir kali kebobolan pada (5/4/2019) pada saat Liverpool berhadapan dengan Newcastle, setelah itu sang kiper berhasil mencatatkan cleansheet termasuk ketika Liverpool menghadapi Tottenham di final Liga Champions.
Dengan catatan tersebut dan jika Alisson berhasil mengulang prestasi serupa saat berlaga di final Copa America 2019 nanti dan kembali bisa mencatatkan cleansheet, maka ia akan tercatat sebagai penjaga gawang pertama di dunia yang mampu memenangkan gelar Golden Glove di 3 kompetisi kompetitif dunia yang telah ia jalani yakni Liga Inggris, Liga Champions serta Copa America.
Since Alisson last conceded a goal for club or country, he has picked up the Premier League Golden Glove, won the Champions League, changed his Liverpool squad number and reached the final of the #CopaAmérica
— Squawka Football (@Squawka) July 3, 2019
It’s like he’s already on the beach. ? pic.twitter.com/6V19kAUFDY
?? Alisson is on course to become the first goalkeeper in history to win/hold the Golden Glove in each of the 3 major competitions he has entered -
— Football Factly (@FootballFactly) July 2, 2019
- Premier League ?
- Champions League ?
- Copa America ? pic.twitter.com/gaCY5ePXiv
Atas prestasinya tersebut, tak aneh memang kalau pada beberapa hari lalu, Liverpool secara resmi mengumumkan pergantian nomor punggung kepada kiper andalan mereka menjadi nomor 1 setelah sebelumnya selama bermain di Liverpool ia menggunakan nomor punggung 13.
