Anak Disunat Jin, Begini Penjelasannya Dari Sisi Medis

Anak Disunat Jin, Begini Penjelasannya Dari Sisi Medis

disunatjin

Foto: Okezone

 

Sumber.com - Baru-baru ini ada kejadian yang cukup menghebohkan yang berasal dari daerah Bogor, Jawa Barat. Kejadian ini dialami oleh seorang anak bernama Sangaji Surya Wigona, atau akrab dipanggi Aji, seorang bocah yang tinggal di daerah Kampung Bojong Tengah, Desa Bantarsari. 

 

Bocah berusia empat tahun itu membuat geger karena tanpa sentuhan dari siapapun, tiba-tiba alat kelaminnya sudah disunat. Aji lahir dari pasangan Santi Handayani (30) dan Ali Sobana (37). Kejadian itu dialami saat Aji usai dimandikan di sore hari sekitar pukul 17.45 menjelang adzan magrib.



Saat itu anak berambut lurus ini sedang berada di rumah sang nenek. Lokasinya memang tak jauh dari tempat tinggalnya.




“Ini memang kejadian yang di luar logika,” ujar Ali ayah Aji saat menuturkan awal mula peristiwa itu.

 

Saat itu Aji dimandikan oleh pamannya Dasep (17) sesaat menjelang maghrib. Tidak ada kejadian aneh pada saat memandikan Aji. Kemudian adik iparnya tersebut siap-siap bergegas untuk salat. Sedangkan Aji sedang memakai pakaiannya sendiri.



“Tiba-tiba anak saya mengeluhkan alat vitalnya ada darah,” ungkapnya menirukan keluhan Aji dan saat dilihat, kelaminnya terlihat seperti sudah disunat.




Saat itu, alat kelamin Aji tiba-tiba berubah seperti sudah disunat. Spontan kejadian ini mengagetkan keluarga. Alat vital Aji memang tampak seperti telah disunat. Aji pun kemudian dibawa ke Pak Haji yang ada disitu. Aji mengaku tidak mengalami kejadian apa-apa sebelum alat vitalnya tampak seperti itu. 

 

Menurut ayahnya, Aki, memang sejak dalam kandungan Aji termasuk aneh. Dia lahir tidak seperti bayi pada umumnya. Aji lahir ketika usia kandungan ibunya mencapai 11 bulan, nyaris satu tahun. Kemudian, warga menyebut bahwa Aji disunat jin. Betulkah?

 

Dalam ilmu kedokteran, sunat diartikan sebagai memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan penis. Frenulum atau kulit yang menutup bagian kepala dari penis, dapat juga dipotong secara bersamaan dan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi.



Kata circumcision berasal dari bahasa Latin circum yang berarti “memutar”, dan caedere yang berarti “memotong”. Jadi circumcision bisa diartikan “memotong memutar” atau “dipotong dengan cara melingkar”.

 

Dunia medis juga menjelaskan adanya fenomena Paraphimosis, yaitu berupa tertariknya kulit penutup kepala penis ke arah belakang hingga menyebabkan penampakan seperti terkelupas menyerupai hasil sunat. Tarikan kulit kulup itu berbahaya karena dapat menyebabkan pembengkakan.



Parafimosis ini dapat tampak berkerut tidak wajar, namun juga dapat terlihat rapi, sehingga mungkin terlihat seperti sudah disunat. Pembengkakan itu akan mempunyai efek jepitan pada area batang penis. Jika situasi itu dibiarkan berlarut akan sangat berbahaya karena pembengkakan yang semakin besar dan jepitan yang terjadi akan mempengaruhi bahkan menghentikan peredaran darah pada area kepala penis.



Hal ini berpotensi bisa merusak organ karena syaraf di kepala (penis) bisa mati nantinya. Lagi pula, organ yang aliran darahnya terganggu, dalam kasus ini penis dapat mengalami nyeri hebat dan cedera permanen.

 

Cedera dapat dihindari apabila kondisi tersebut segera terdeteksi dan ditangani dengan benar. Salah satu penanganan parafimosis adalah sunat, karena pada sunat kulup akan dibuang. Parafimosis paling sering terjadi karena trauma fisik yang terjadi di penis. Salah satunya kebiasaan tidak beristinja (cebok) pasca buang air kecil juga bisa memunculkan kelainan ini.

 

Karena itu, mereka yang dianggap disunat jin harus segera mendapat penanganan secara medis karena sifatnya dalam kategori darurat. Penanganan medis kemudian dilakukan dengan melakukan sirkumsisi atau khitan yang sebenarnya. Menurut beberapa dokter, khususnya di Indonesia selama ini, sudah banyak kasus seperti itu dan pasiennya selalu dilakukan sirkumsisi yang sebenarnya.

 

 

Banyak masyarakat meyakini bahwa fenomena disunat jin betul-betul terjadi, seperti apa yang dialami Aji. Namun bagaimanapun, disamping asumsi dari sisi magis, ada juga penjelasan dari sisi medis. 

 

Karena fenomena sunat jin, termasuk kategori belum disunat.

 

*dirangkum dari berbagai sumber