Hari Anak Nasional 23 Juli, Berawal dari Soeharto

Hari Anak Nasional 23 Juli, Berawal dari Soeharto

soehartoharianaknasional

Ilustrasi Via Blogger

 

Sumber.com - Di berbagai belahan dunia, setiap negara memiliki tanggal yang berbeda dalam memperingati hari anak. Sedangkan Hari Anak Internasional diperingati setiap tanggal 1 Juni. Sementara Hari Anak Universal diperingati setiap 20 November. Tanggal tersebut diumumkan oleh PBB sebagai hari anak-anak sedunia.

 

Indonesia sendiri memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli, sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Soeharto Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984.  Sejarah hari anak nasional berawal dari gagasan mantan Presiden Soeharto, yang melihat anak-anak sebagai aset kemajuan bangsa, sehingga sejak tahun 1984 berdasarkan Keputusan Presiden RI No 44 tahun 1984, ditetapkan setiap tanggal 23 Juli sebagai HAN.

 

Kegiatan HAN pun dilaksanakan mulai dari tingkat pusat, hingga daerah.

Kemudian untuk menunjang kesejahteraan anak serta melindungi hak-hak anak-anak Sebenarnya secara hukum dan perundangan, telah banyak hal dilakukan oleh negara. Diantaranya pemerintah Republik Indonesia seperti telah diundangkannya UU Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak yang memuat berbagai ketentuan tentang masalah anak di Indonesia. Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 1989 telah ditetapkan tentang Pembinaan Kesejahteraan Anak sebagai landasan hukum terciptanya Dasawarsa Anak Indonesia 1 pada tahun 1986 – 1996 dan Dasawarsa Anak II pada tahun 1996 – 2006.

 

Selanjutnya, dibentuknya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI sebagai insitusi independen guna melakukan pengawasan pelaksanaan upaya perlindungan anak yang dilakukan oleh institusi negara serta melakukan investigasi terhadap pelanggaran hak anak yang dilakukan negara, KPAI juga dapat memberikan saran dan masukkan secara langsung ke Presiden tentang berbagai upaya yang perlu dilakukan berkaitan dengan perlindungan anak.



Usaha lain yang dilakukan pemerintah untuk melindungi anak-anak, yaitu pada Kabinet Indonesia bersatu jilid kedua, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengganti nama Kementerian Pemberdayaan Perempuan menjadi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

 

Dengan harapan masalah anak menjadi lebih intens dan fokus untuk diperhatikan dan ditangani.

 

HAN di Indonesia dirayakan pertama kali pada 23 Juli 1984. Saat itu merupakan hari yang spesial untuk Soeharto. Selain peringatan HAN untuk pertama kalinya, di tanggal yang sama Bambang Trihatmodjo berulang tahun yang ke 31.  

 

“[...] dari Istana Negara ini, saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anak Indonesia. Bergembiralah dan tumbuhlah menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, taat kepada orang tua, patuh kepada bapak dan ibu guru, taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan cinta kepada Tanah Air kalian yang indah dan luas ini,” kata Soeharto.