Joy-Con Nge "Drift", Nintendo Tawarkan Jasa Perbaikan Gratis Kepada Para Pemilik Switch

Banyak pemilik Switch yang mengeluhkan kalau tombol analog mereka suka bergerak sendiri via Kotaku
Sumber.com - Apakah Kawan Sumber yang memiliki Nintendo Switch pernah mengalami yang namanya joy-con "drift"? Joy-con drift adalah kerusakan yang membuat tombol analog yang ada di joy-con bergerak sendiri kendati tidak disentuh. Kalau iya, kalian tidak sendiri. Ternyata hal ini juga dialami oleh ribuan pengguna Nintendo Switch di seluruh dunia lho.
Namun kalian tidak perlu cemas. Dilansir dari Vice, Nintendo menginstruksikan agar semua toko perwakilan resmi mereka memberikan perbaikan gratis kepada para pengguna Switch yang mengalami masalah tersebut, no question asked. Nintendo juga menambahkan kalau mereka yang sudah terlanjur membayar untuk perbaikan itu sebelumnya akan menerima refund.
Nintendo will repair devices free of charge, even outside of the warranty period. https://t.co/4B2lVkrilM
— VICE (@VICE) July 23, 2019
Isu joy-con drift ini mulai mencuat beberapa waktu yang lalu. Banyak pengguna Switch yang mengeluh kalau tombol analog yang ada di joy-con mereka bergerak sendiri meskipun tidak disentuh. Banyak gamers yang kebingungan, pasalnya Nintendo Switch yang mereka miliki rata-rata baru berusia 4 bulan dan mereka juga tidak pernah memainkan game yang menuntut penggunaan tombol tersebut secara berlebihan.
@NintendoAmerica I’ve owned the switch for 4 months and am experiencing joycon drift already this is highly unacceptable and unprofessional. Your “Support” told me to pay $4 shipping to have you guys fix your faulty controller. No thanks. pic.twitter.com/PAnGO9BIcd
— Daniel Jacques (@NemisisPlays) July 14, 2019
Bahkan Nintendo sempat dituduh memasarkan produk cacat dan menerima tuntutan hukum akibat isu ini. Entah semata demi kepuasan pelanggan, atau untuk menghindari kasus hukum, sumber dari Nintendo mengumumkan kalau mereka akan memperbaiki joy-con milik para gamers secara gratis tanpa perlu menunjukkan bukti garansi dan lain-lain. Mereka yang terlanjur membayar pun akan menerima refund setelah mengkonfirmasi perbaikan yang dilakukan sebelumnya.
"Pelanggan tidak lagi diminta untuk menunjukkan bukti pembelian jika ingin memperbaiki Joy-con mereka. Selain itu garansi juga tidak akan diminta. Jika pelanggan meminta refund untuk perbaikan yang sebelumnya telah mereka bayar, mereka tinggal mengkonfirmasi data dari perbaikan tersebut dan mereka akan menerima uang mereka kembali" - dikutip dari Kotaku.
Nintendo memang menunjukkan kalau mereka tidak segan-segan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan, namun kasus hukum yang mereka terima membuat banyak gamers yang mempertanyakan apakah Nintendo terpaksa melakukan hal tersebut atau tidak. Ditambah lagi Nintendo baru saja merilis produk baru mereka beberapa waktu yang lalu, jadi isu seperti ini bisa berdampak terhadap penjualan produk baru mereka nanti. Bagaimana menurut Kawan Sumber?
