Menakjubkan! Potret Alam Semesta Bak Kembang Api Dirilis NASA

Menakjubkan! Potret Alam Semesta Bak Kembang Api Dirilis NASA

sinar x nasa

Foto via Curiosity

 

Sumber.com - Bak kembang api, penampakan alam semesta dari sinar-X resmi dirilis NASA. Pada Juni 2017 silam, peneliti NASA memasang Neutron Star Interior Composition Explorer (NICER) di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) guna mengambil potret terbaru alam semesta berupa sinar-X.

 

NICER merupakan instrumen pertama yang dirancang untik menguji teknologi yang akan digunakan untuk mempelajari pulsar-bingkai bintang-bintang yang runtuh yang berputar dengan kecepatan sangat tinggi, yang berdenyut dengan cahaya berenergi besar saat mereka berputar di alam semesta.

 

Baru-baru ini, NASA menggunakan data yang diperoleh selama 22 bulan sejak NICER pertama kali mengorbit sejak Juni 2017 lalu dan membuat peta sinar-X seluruh langit. Apa yang dihasilkan dalam foto terbaru alam semesta itu adalah gambar yang indah seperti gambar penari api.

 

Ketika memindai angkasa yang penuh dengan pulsar terdekat Bumi, NICER melacak sumber sinar-X kosmik dan partikel energi lainnya, bahkan saat ISS mengorbit Bumi setiap 93 menit.

 

Keith Gendreau, penyelidik utama misi di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA mengatakan, NICER mengambil peranan penting dalam memotret alam semesta dan menemukan sumber kuat sinar-X lainnya, termasuk cahaya sisa supernova yang relatif baru.

 

"Bahkan dengan pemrosesan minimal, gambar ini mengungkapkan Cygnus Loop, sisa supernova sekitar 90 tahun cahaya dan diperkirakan berusia 5.000 hingga 8.000 tahun. Kami secara bertahap membangun citra sinar-X baru dari seluruh langit, dan mungkin pemindaian saat malam oleh NICER akan mengungkap sumber lain di angkasa yang belum diketahui," ujarnya, dilansir Curiosity, Senin, 8 Juli 2019.

 

Misi utama NICER adalah menentukan ukuran dan kepadatan sisa-sisa bintang seperti bintang-bintang neutron hingga dalam batas kesalahan 5 persen. Pulsar, yang merupakan bintang neutron yang berputar dengan cepat yang nampak berdenyut adalah salah satu target reguler NICER karena mereka cocok untuk jenis penelitian "massa-jari".

 

Langkah-langkah yang dikumpulkan NICER ini akan membantu para fisikawan untuk akhirnya memecahkan misteri tentang apa yang terjadi dalam inti benda-benda langit ini. Selain NICER, pulsar adalah fokus penelitian utama dari Station Explorer untuk eksperimen Timing-X dan Teknologi Navigasi (SEXTANT), yang dapat membantu dalam pengembangan teknologi navigasi canggih untuk ruang angkasa.

 

Baca juga: Agar Tak Egois, Alasan Burung Terbang Dengan Formasi 'V'

 

Baca juga: Sekolah Ini Gunakan Bayi Robot Cegah Seks Bebas, di Indonesia Perlu Gak Sih?