Prabowo Memang Kalah di Pilpres, Tapi Gerindra Kuat di Legislatif

Prabowo Memang Kalah di Pilpres, Tapi Gerindra Kuat di Legislatif

prabowogerindra2

Prabowo Subianto Via Indeksberita

 

Sumber.com - Prabowo Subianto memang kalah dalam kontestasi Pilpres 2019. Seperti diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan berdasarkan hasil rekapitulasi perhitungan suara nasional menunjukkan bahwa pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin adalah presiden dan wakil presiden terpilih. 

 

Namun meski kalah di perebutan pemimpin bangsa, Gerindra bisa berbicara banyak di parlemen. Partai ini meraih suara kedua terbanyak, di bawah PDI Perjuangan, dengan torehan 12,57 persen atau 17.594.839 suara nasional.

 

Perolehan suara tersebut membuat Gerindra sah-sah saja untuk mengajukan jatah kursi di pemerintahan, terutama posisi menteri. Demikian disampaikan Direktur Program Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojuddin Abbas seperti diwartakan CNNIndonesia Senin (22/7). 

 

"Jika info itu benar, permintaan semacam itu sah saja," kata Sirojuddin.

 

Namun dia mengatakan bahwa niatan Gerindra untuk masuk ke dalam pemerintahan itu akan terkendala dari partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Partai-partai yang dimaksud merasa lebih pantas karena sudah sejak lama memberikan dukungan kepada Paslon Jokowi - Ma'ruf. 

 

"Sebab partai-partai anggota koalisi lain yang lebih lama berjuang untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf, mungkin mengincar dua kementerian yang sama juga" sambung dia. 

 

Lebih lanjut, Sirojuddin menyebut bahwa di KIK ada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memiliki kekuatan sebagai pemenang pileg dengan perolehan suara terbanyak. PDIP memiliki visi dan misi yang cukup kuat terutama dalam membangun kekuatan pangan, energi dan ekonomi.

 

"Visi dan misi PDIP tentang ketahanan pangan, energi dan ekonomi yang dijadikan platform Pak Jokowi akan diubah atau bahkan digantikan." tegasnya.

 

Dia kemudian menyebut bahwa rencana Gerindra gabung pemerintah bisa saja tidak direstui PDIP, jika memang kehadiran Gerindra akan merubah visi dan misi yang sebelumnya direncanakan. 

 

"Apakah PDIP akan bersedia mengorbankan itu demi mengakomodasi Gerindra ke dalam koalisi?" pungkasnya.