Resiko Kesehatan di Balik Cantiknya Kuku Palsu, Sudah Tahu?

Ilustrasi via Kumparan
Sumber.com - Bagi wanita, penampilan adalah segalanya. Tak hanya wajah dan rambut, jari-jari tangan tak luput dari perhatian.
Tak heran, banyak yang rela merogoh kocek lebih untuk menyempurnakan penampilan dengan mempercantik jari tangan. Dalam hal ini, tentunya memasang kuku-kuku palsu jadi pilihan sebagian besar perempuan.
Saking fokus untuk mempercantik diri, banyak wanita yang tak peduli akan bahaya dan resiko kesehatan akibat pemakaian kuku palsu.
Sebagaimana dikutip dari Alodokter, Senin, 22 Juli 2019, saat menggunakan kuku palsu, Kawan Sumber sebaiknya memerhatikan dual hal. Pertama bahan yang terkandung dalam kuku palsu tersebut dan resiko kesehatan yang mungkin terjadi, seperti infeksi.
Kandungan bahan seperti etil metakrilat pada kuku palsu dapat memicu kulit menjadi kemerahan, bengkak dan menimbulkan rasa nyeri. Selain itu, ada pula bahan-bahan lain yang perlu diwaspadai, seperti benzofenon, etil sianokrilat, butil fenol formaldehida, dan trikresil etil ftalat.
Salah satu bahan yang sudah banyak dilarang yaitu metil metrakrilat, karena meningkatkan risiko infeksi jamur dan kemungkinan kelainan kuku. Zat ini dapat dikenali dari bau kuku palsu yang aneh, serta kuku yang sulit dibentuk dan sulit dilepaskan.
Resiko dari kuku palsu juga kerap memicu infeksi bakteri, karena terdapat celah antara kuku dengan kuku palsu, sehingga timbul ruang untuk bakteri dan jamur berkembang. Risiko infeksi juga meningkat jika pemasangan kuku palsu dilakukan di tempat yang sanitasi dan kebersihannya tidak terjaga. Penggunaan kuku palsu dapat membuat kuku kamu menjadi tipis, rapuh, dan kering.
Meski begitu, dilansir dari laman American Academy of Dermatology, sebagaimana dikutip dari Hellosehat, kerusakan kuku akibat riasan kuku bisa diminimalisasi. Ikuti beberapa tipsnya berikut ini.
- Jangan terlalu sering menggunakan kuku palsu. Sesekali biarkan kuku Anda bersih dari cat, gel, ataupun akrilik. Manfaatkan penggunaan kuku palsu hanya untuk menghadiri acara tertentu, seperti pernikahan, pesta, atau acara lain, bukan penggunaan sehari-hari.
- Pilih salon kuku yang menggunakan sinar LED untuk mengeringkan kuku gel buatan ketimbang sinar UV. Sinar LED memancarkan radiasi yang lebih rendah dibanding sinar UV.
- Minta petugas salon untuk tidak memangkas kutikula saat kuku dibersihkan sebelum pemakaian kuku palsu. Kutikula melindungi kuku dan kulit sekitarnya dari infeksi.
Baca juga: Cari Tahu Untung Rugi Ketogenik bagi Kesehatan, Diet yang Lagi Hits!
Baca juga: Jangan Anggap Remeh Bahaya Kebanyakan Duduk, Bisa Sebabkan Kematian Dini!
