Ridwan Kamil, Antara SMK dan Esemka

Ridwan Kamil, Antara SMK dan Esemka

ridwankamil pojok jabar

Foto: Pojok Jabar

 

Sumber.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) mewacanakan akan membubarkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Alasannya lulusan sekolah vokasional tersebut paling banyak menciptakan pengangguran. Diketahui, Jawa Barat menempati peringkat pertama sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) secara nasional berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebagaimana dilansir www.pikiran-rakyat.com (6/5/2019).

 

Emil mengatakan, SMK menjadi penyumbang pengangguran terbesar khususnya di Jawa Barat.

 

"Secara statistik, SMK jadi penyumbang pengangguran terbesar," kata Emil di Bandung, Rabu (17/7) lalu.

 

Menurutnya, hal ini terjadi karena keberadaan SMK di Tanah Air tidak mengikuti perkembangan zaman. Padahal, seharusnya jurusan yang ada di sekolah tersebut menyesuaikan dengan kondisi saat ini.





"SMK harus sesuai dengan arah ekonomi baru. Kalau ekonominya makin ke kanan, makin digital, kita ekonominya ke sana," sambung Eks Walikota Bandung itu. 

 

Banyak yang menolak wacana tersebut. Salah satunya datang dari pengamat politik yang mengibaratkan Kang Emil sebagai 'buruk muka cermin dibelah', karena SMK hadir untuk memenuhi kebutuhan yang lebih siap bekerja. 

 

"Menyalahkan SMK sebagai penyebab dinilai sebagai 'buruk muka cermin dibelah'. Justru keberadaan SMK adalah untuk memenuhi kebutuhan yang lebih siap bekerja," ucap M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Sosial dalam keterangannya dilansir RMOL, Minggu (21/7). 

 

Rizal menambahkan bahwa Emil terlalu gegabah dalam mengambil keputusan, tanpa lebih dulu dikomunikasikan dengan beberapa pihak terkait.

 

"Gegabah jika meniadakan salah satu model sekolah hanya karena penilaian subjektif seorang Gubernur. Proses kajian hingga perlu dibubarkan mesti melibatkan baik instansional maupun masyarakat. Ada Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah," sambung dia. 

 

Sikap Emil ini, kata Rizal, bertentangan dengan asumsi Presiden Joko Widodo yang justru memuji SMK. Salah satu karya siswa SMK diketahui adalah mobil Esemka. Jokowi sendiri mengapresiasi karya tersebut dan sempat mewacanakan untuk memproduksinya secara masal.

 

"Berbeda dengan Pak Jokowi yang memuji SMK hingga intens mempublikasi karya siswa yang kemudian populer dengan sebutan 'mobil esemka', Gubernur Jawa Barat ini justru mempermasalahkan bahkan menyalahkan SMK atas terjadinya pengangguran. Bahkan mengancam pembubaran pula," bebernya. 

 

Berdasarkan data BPS, Jawa Barat menempati peringkat pertama sebagai provinsi yang paling banyak memiliki pengangguran dibanding kota lain di Indonesia. Padahal, Jawa Barat sendiri pada Agustus 2018 silam menempati posisi kedua setelah Banten. Dari 7 juta pengangguran terbuka per Agustus 2018, 11,24 persennya merupakan lulusan SMK.



Persentase itu lebih tinggi dari pengangguran terbuka lulusan SMA 7,95 persen, lulusan SD 2,43 persen, sedangkan untuk lulusan SMP yang menganggur ada sebanyak 4,8 persen.