Ben Manga, Pemandu Bakat Jempolan Milik Eintracht Frankfurt yang Jadi Rebutan Klub Besar Eropa

Ben Manga kepala pemandu bakat Eintracht Frankfurt (kanan) via wiesbadener-kurier.de
Sumber.com - Ketika Ben Manga datang untuk yang pertama kalinya ke Eintracht Frankfurt. Ia langsung memiliki pekerjaan yang cukup berat. Klub baru saja nyaris terdegradasi di musim sebelumnya, setelah hanya mampu finis di urutan ke-16. Pria kelahiran Equatorial Guinea ini langsung menjalankan tugasnya sebagai pemandu bakat yang dimulai pada Juli 2016.
When chief scout Ben Manga arrived at Eintracht Frankfurt, they had just survived relegation.
— Breaking The Lines (@BTLvid) March 8, 2019
Thanks to a set of specific transfer strategies stretching from Mexico to Denmark, Manga has remade Eintracht into Europa and top four challengers. @ZachLowy. https://t.co/R2hBELlspI
Di awal tugasnya, Ben Manga menyarankan Frankfurt untuk mendatangkan talenta muda yang menjanjikan saat itu seperti, Marius Wolf, Ante Rebic, dan Guillermo Varela. Ia juga turut merekomendasikan nama Niko Kovac untuk menahkodai skuat Die Adler. Berkat sejumlah rekrutan anyar Frankfurt termasuk pelatih baru yang direkomendasikan langsung oleh seorang Ben Manga, klub akhirnya mampu bangkit dan mengakhiri kompetisi dengan menempati urutan ke-11 di klasemen akhir Bundesliga 2016/17.
Di musim itu juga, Frankfurt mampu melaju hingga ke final DFB-Pokal. Sayangnya, mereka harus takluk ditangan Borussia Dortmund usai dikalahkan dengan skor 1-2 lewat sepasang gol yang dicetak oleh Ousmane Dembélé dan Pierre-Emerick Aubameyang. Sempat berhasil melewati periode kritis karena hampir terdegradasi dari Bundesliga, Frankfurt mampu bangkit di musim 2016/17, berkat adanya campur tangan dari pria yang juga memiliki darah Jerman ini.
Di musim berikutnya (2017/18), Ben Manga kembali melanjutkan pekerjaannya dengan merekomendasikan sejumlah nama untuk direkrut oleh klubnya. Empat pemain berusia 23 tahun kala itu, kembal direkrut oleh Frankfurt untuk menjadi pemain andalan bagi mereka di musim 2017/18. Keempat nama yang dibeli mereka berdasarkan permintaan Ben Manga adalah Sébastien Haller dari Utrecht, Jetro Willems dari PSV, Danny da Costa dari Bayer Leverkusen, serta Carlos Salcedo asal Chivas.
Haller didatangkan untuk menggantikan peran Haris Seferovic yang meninggalkan klub di musim panas 2017. Seferovic diketahui saat ini telah menjadi pemain andalan bagi Benfica dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di Portugal Primeira Liga. Willems direkrut untuk menggantikan peran Bastian Oczipka yang kini menjadi pemain andalan Domenico Tedesco di Schalke. Kendati telah kehilangan para pemain terbaiknya, Frankfurt tidak perlu pusing karena Manga selalu mampu mencarikan sosok pemain pengganti sepadan.
Selain mendatangkan para pemain muda, di musim itu juga. Manga telah membawa para pemain veteran seperti Kevin-Prince Boateng dari Las Palmas serta Jonathan de Guzman dengan status free transfer. Hasilnya apa? Klub yang merupakan salah satu pesaing utama bagi Bayern Munchen di era 90-an ini berhasil finis di urutan ke-8 di kompetisi domestik. Tak hanya itu, mereka juga sukses meraih gelar juara DFB-Pokal, setelah dipartai final sukses mengalahkan Bayern Munchen.
Saat ini, Frankfurt tercatat menempati posisi kelima di klasemen sementara Bundesliga. Mereka juga masih bertahan dan sukses melangkah ke perempat final Europa League, usai berhasil menaklukkan Inter Milan di babak 16 besar. Di babak perempat final, Frankfurt akan berjumpa dengan wakil Portugal, Benfica. Kebangkitan mereka hingga pada akhirnya kini kembali menjadi salah satu klub yang ditakuti baik di kompetisi domestik maupun Eropa, sedikit banyak dipengaruhi karena adanya peran besar dari Ben Manga.
#Espanyol target Frankfurt head of scouting Ben Manga as new sporting director, says report https://t.co/rlb0PjqGAq pic.twitter.com/bQpen42Zhq
— footballespana (@footballespana_) April 25, 2018
Luka Jovic yang saat ini telah menjadi salah satu pemain paling diincar oleh klub-klub kaya di Eropa seperti Barcelona dan Chelsea juga merupakan hasil rekomendasi seorang Ben Manga. Di musim panas 2017/18, Frankfurt berhasil melakukan kesepakatan untuk meminjam Jovic dengan opsi pembelian permanen di akhir musim. Sang pemain hingga saat ini masih tercatat sebagai striker Frankfurt dan masa peminjamannya akan berakhir di akhir musim nanti.
Tak hanya pandai mengamati para pemain yang akan didatangkan ke klubnya. Ben Manga juga memiliki nalar yang sangat baik selayaknya Monchi selaku Direktur Olahraga Sevilla yang baru. Ia diklaim pandai menjual para pemain Eintracht yang diminati oleh klub-klub lain. Sebut saja nama Kevin Trapp yang berhasil dilepas ke PSG pada 2016 lalu dengan banderol harga yang cukup mahal. Berkat strategi transfer yang cerdas. Frankfurt berhasil terhindar dari Financial Fair Play.
Diminati AS Roma, Arsenal hingga Espanyol.
#ASRoma are reportedly looking towards current #Eintracht Frankfurt chief scout Ben Manga as a replacement for departing Monchi https://t.co/9ddtqNNx3P #SGE pic.twitter.com/kHnLtlie5n
— footballitalia (@footballitalia) March 9, 2019
Pasca resmi ditinggal pergi oleh Monchi, posisi Direktur Olahraga AS Roma hingga detik ini masih belum terisi. Laporan Calciomercato mengatakan bahwa AS Roma menjadi klub yang paling serius untuk bisa mendapatkan jasa Ben Manga. Klub Italia tersebut kabarya bersedia melakukan kontak dengan Frankfurt sekaligus berdiskusi langsung dengan Ben Manga.
Selain AS Roma, Arsenal yang baru gagal mendapatkan jasa Monchi karena lebih memilih untuk ke Sevilla juga dikabarkan berminat. Media eropa, footballtransfertavern.com menyatakan kalau Arsenal akan segera memberikan penawaran kepada Ben Manga untuk mengisi posisi Direktur Olahraga mereka pasa ditinggal pergi Sven Mislintat. Belum lagi ketertarikan Espanyol merekrutnya menjadi direktur olahrga menjadikan Jordi Lardin yang dipecat.
Perjalanan Karier Ben Manga
Ben Manga lahir di Republik Guinea Khatulistiwa yang merupakan satu-satunya wilayah negara di Afrika yang menggunakan bahasa Spanyol dan sebagian besar wilayahnya masih diselimuti hutan belantara, terletak di Teluk Guinea, pantai barat Afrika dan bertetanggaan dengan Gabon serta Kamerun.
Sebelum berprofesi sebagai kepala pemandu bakat di Eintracht Frankfurt. Manga pernah berkarier sebagai pesepakbola profesional. Terdapat lebih dari lima klub yang sudah ia bela, Karlsruher SC salah satu klub asal Jerman jadi klub yang pernah ia bela. Namun kariernya sebagai seorang pesepakbola profesional tak terlalu bersinar.
Pasca memutuskan pensiun dari dunia sepakbola, Manga memutuskan untuk melanjutkan karier yang tidak jauh dari dunia si kulit bundar. Ia menapakki karier perdana kepelatihannya dengan menjadi pelatih di tim junior Alemannia Aachen, klub yang berkompetisi di divisi enam sepakbola Jerman.
Selain menjalani karier kepelatihan di sejumlah tim usia muda Alemannia Aachen. Ia pun menjalani posisi lainnya di klub tersebut sebagai pemandu bakat. Di tahun 2011, Hoffenheim mencium bakat Ben Manga sebagai seorang pemandu bakat handal dan berhasil mereka rekrut. Kebersamaan Manga dengan Hoffenheim hanya berlangsung selama satu tahun.
Tak butuh waktu lama untuk menganggur, di tahun 2012, ia pun direkrut oleh VfB Stuttgart sebagai pemandu bakat bagi klub mereka. Usai memberikan kontribusi cukup besar untuk Stuttgart, di tahun 2016, Manga memutuskan untuk hijrah ke Eintracht Frankfurt. Hingga detik ini, ia masih dipercaya bertugas sebagai kepala pemandu bakat dibawah direktur olahraga Fredi Bobic dan saat ini ia menyandang predikat sebagai salah satu talent scout jempolan di Eropa bahkan dunia.
Sebagai seorang pemandu bakat kebanyakan, hari-hari Manga selalu disibukkan untuk memantau para talenta muda serta pemain-pemain yang dianggap memiliki bakat serta layak untuk direkrut oleh klubnya. Oleh karena itu tidak salah jika sport1.de melaporkan kalau dirinya hanya tidur kurang lebih selama tiga jam setiap harinya. Hal itu dilakukan untuk mencapai hasil maksimal dalam analisa yang dilakukan oleh Ben Manga.
Nama Ben Manga saat ini telah disetarakan oleh sejumlah nama pemandu bakat jempolan dunia lainnya seperti Walter Sabatini and Piero Ausilio. Bahkan jika pada akhirnya, ia memutuskan untuk bergabung dengan AS Roma, maka Manga bisa aja akan menjadi Monchi berikutnya dengan versi berambut alias tidak botak plontos di Stadion Olimpico.
