Soal Ganda Putra PBSI Tak Ada yang Dikirim ke India Open 2019 Itu Sudah Direncanakan Sejak Jauh Hari

Soal Ganda Putra PBSI Tak Ada yang Dikirim ke India Open 2019 Itu Sudah Direncanakan Sejak Jauh Hari

953883022

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di Tong Yun Kai Cup 2019 via bolasport.com

 

Sumber.com - Selain sektor tunggal putri yang sama sekali tidak diwakili oleh atlet PBSI di ajang India Open 2019, ternyata Federasi Bulutangkis Indonesia ini juga tidak mengirimkan atlet pelatnas dari nomor ganda putra untuk berlaga di KD Jadhav Indoor Hall, New Delhi.

 

Absennya ganda putra PBSI di India Open 2019 tentu saja telah membuat kalangan pecinta bulutangkis di tanah air sempat gusar. Tak banyak yang beranggapan kalau para atlet ganda putra andalan Indonesia tengah menderita cedera dan memiliki kemungkinan akan absen dalam beberapa turnamen berikutnya.

 

 

Herry Imam Pierngadi telah mengonfirmasi kalau keputusan PBSI untuk tidak mengirimkan satu wakilpun ke New Delhi, India memang sudah direncanakan sejauh jauh-jauh hari atau disengaja. Herry menolak anggapan yang menyatakan kalau para pemainnya saat ini sedang dalam kondisi tidak prima maupun cedera. Begitupun dengan penilaian publik yang beranggapan kalau pasangan Kevin/Marcus tengah dilanda krisis kepercayaan diri pasca tersisih di babak pertama All England 2019.

 

Tidak dikirimnya ganda putra PBSI ke India Open 2019 dikarenakan sang pelatih ingin para atletnya mendapatkan istirahat yang cukup dan dalam kondisi 100 persen prima agar dapat berpartisipasi di Malaysia Open 2019 yang akan berlangsung pada 2 hingga 7 April mendatang. Oleh karena itu, ia tidak mengizinkan para atletnya untuk berlaga di India.

 

"Ya, sudah direncanakan jauh-jauh hari kami memang tidak ikut ke India. Waktunya mepet, persiapan kurang. Jadi menurut saya, dari pada enggak siap ya tidak usah ikut di India," terang Herry IP seperti dilansir Suara.com.

 

Ganda putra PBSI memang baru saja selesai menjalani rangkaian turnamen Eropa yang dimulai dari All England 2019 sampai Swiss Open 2019 yang baru berakhir di awal pekan lalu. Terlebih bagi Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang juga baru turun di turnamen beregu campuran Tong Yun Kai Cup 2019 di Hongkong pada 19 hingga 24 Maret kemarin.

 

Pelatih juga menegaskan kalau ia lebih memilih untuk fokus mempersiapkan skuat ganda putranya untuk berlaga di Malaysia Open 2019 yang secara level serta jumlah poin yang didapat jauh lebih banyak ketimbang India Open 2019. Poin tersebut sangat penting untuk menghadapi Kualifikasi Olimpiade 2020.

 

"Malaysia Open 2019 jauh lebih penting karena poinnya jauh lebih besar. Levelnya BWF World Tour Super 750. Jadi kami lebih fokus ke situ. Kami harus pintar-pintar atur jadwal, dan harus ada yang dikorbankan," tegasnya.

 

Saat ini, Indonesia diwakili oleh atlet non-pelatnas Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama di ajang India Open 2019. Di babak pertama, Ricky/Angga berhasil memenangkan pertandingan secara dramatis dari pasangan Malaysia, Goh V Shem/Tan Wee Kiong.

 

Bermain di Siri Fort Indoor Stadium, New Delhi, India, Ricky/Angga sukses memenangkan pertandingan lewat tiga gim dengan skor 17-21, 22-20, 21-19.