Sumpah Prabowo: Demi Allah Saya Tidak Ingin Cari Kekayaan

Sumpah Prabowo: Demi Allah Saya Tidak Ingin Cari Kekayaan

 prabowo facebook edit

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto via facebook/Prabowo Subianto.

 

Sumber.com - Jelang Pilpres 2019, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto terus mengkampanyekan program-programnya dan janji-janji politiknya. Salah satunya yaitu janji akan pengabdiannya kepada rakyat jika terpilih menjadi Presiden Indonesia periode 2019-2024.

 

"Demi Allah saya tidak ingin cari kekayaan," sumpah Prabowo saat orasi dalam kampanye di Karawang, Jawa Barat.

 

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyebut jika jabatannya kelak sebagai pemimpin bangsa bukanlah sebagai penguasa melainkan sebagai alat rakyat.

 

"Pada 17 April nanti, kita kawal setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara). Jaga TPS sambil membawa ketupat dan bawa tikar, karena nanti rakyat yang menang. Rakyatlah yang menang, bukan Prabowo. Prabowo hanya alat rakyat," tegasnya.

 

Ia pun menyerukan kepada para pendukung dan relawannya untuk bekerja lebih keras agar bisa meraih suara penuh dan memenangkan kontestasi pertarungan politik di Pilpres 2019.

 

Prabowo juga mengaku siap menghadapi Debat Capres yang akan digelar pada Sabtu, 30 Maret, di Hotel Hotel Shangri La, Jakarta Pusat. Sementara itu, mantan istri Prabowo yaitu Titiek Soeharto juga mengatakan akan hadir dan mendukung penuh mantan suaminya tersebut dalam debat capres melawan Joko Widodo.

 

"Saya bersama Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi siap hadir memberikan dukung pak Prabowo," kata Titiek di Solo, Jumat (29/3/2019).

 

Politisi yang berpindah dari Partai Golkar ke Partai Berkarya itu meyakini jika Prabowo akan tampil maksimal dalam debat capres ke-empat, yang mengusung tema ideologi, pemerintahan, keamanan, serta hubungan internasional.

 

"Saya sudah tahu karakter pak Prabowo apa yang harus dilakukan beliau sudah ada di kepalanya, bagaimana bangsa ini, menjadi maju dan rakyatnya makmur. Hal ini, sudah ada di kepalanya tidak perlu didikte apa yang harus dikerjakan," kata Titiek.