3 Sosok Ini Mengajarkan Jangan Melakukan Selebrasi Terlalu Awal Jika Bermain di Wembley Stadium

3 Sosok Ini Mengajarkan Jangan Melakukan Selebrasi Terlalu Awal Jika Bermain di Wembley Stadium

Pardew main

Selebrasi joget Alan Pardew di final FA Cup 2015/16 via mirror.co.uk

 

Sumber.com - Sebuah perayaan atau selebrasi merupakan hal yang sangat penting serta krusial dalam olahraga sepakbola. Setiap insan sepakbola baik itu pemain, pelatih, ofisial tim hingga suporter boleh saja berbangga hati dan melakukan selebrasi dengan cara apapun dan bersama siapapun ketika tim yang mereka favoritkan berhasil mencetak gol ke gawang tim lawan. 

 

Akan tetapi, janganlah kalian melakukan selebrasi dengan berlebihan kendati pertandingan yang kalian saksikan belum benar-benar berakhir dan wasit belum membunyikan peluit panjang yang menandakan bahwa pertandingan telah berakhir. Sebuah keadaan bisa saja berbalik hanya dalam waktu singkat, bahkan sebuah selebrasi kegembiraan bisa langsung berubah menjadi duka serta kesedihan yang amat mendalam.

 

Baru-baru ini kita baru saja disajikan dengan perayaan atau selebrasi gol dari seorang Raul Jimenez yang melakukan perayaan gol dengan cara menggunakan topeng salah satu pegulat ternama WWE sambil merayakan kegembiraannya kepada kerumunan suporter dari Wolverhampton Wanderers yang turut hadir di Wembley Stadium pada pertandingan semifinal FA Cup yang berlangsung pada Senin (8/4) dini hari WIB.

 

 

Di akhir laga, Wolves yang sempat unggul terlebih dahulu dengan skor 0-2 justru harus menerima kenyataan serta pil pahit ketika di akhir pertandingan mereka harus tersingkir dari ajang FA Cup, usai Watford berhasil mengembalikkan kedudukan menjadi 3-2 lewat babak perpanjangan waktu. Dengan hasil tersebut, Wolves pun harus pulang dengan kepala tertunduk, sedangkan Watford akan menantang Manchester City di partai puncak FA Cup musim ini.

 

Sebelum Raul Jimenez, sebenarnya masih ada dua sosok lainnya yang sempat melakukan selebrasi yang cukup berlebihan ketika mereka tampil di Wembley Stadium juga di ajang yang sama yakni FA Cup. Kawan Sumber tentu saja masih ingat dengan selebrasi berjoget yang dilakukan mantan pelatih Crystal Palace, Aland Pardew, ketika berhasil membawa timnya berlaga di final FA Cup 2015/16 dan berhadapan dengan Manchester United.

 

Ketika Jason Puncheon berhasil mencetak gol di menit ke-78 dan membuat Palace saat itu berhasil unggul atas Manchester United. Alan Pardew langsung melakukan selebrasi berjoget dari sisi lapangan. Selebrasi tersebut seolah memberikan sindiran terhadap suporter Manchester United serta pelatih dan ofisial tim yang hadir di stadion.

 

Akan tetapi apa yang terjadi di ujung laga? Ya, benar sekali, Crystal Palace yang sempat unggul lebih dulu, harus mengalami kekalahan dan memupus mimpinya untuk bisa menggapai trofi FA Cup, usai Juan Mata dan Jesse Lingar sukses mencetak dua gol balasan di sisa pertandingan termasuk babak perpanjangan waktu.

 

Kejadian serupa juga sempat terjadi di babak semifinal FA Cup musim lalu (2017/18), tepatnya di babak semifinal ketika Tottenahm Hotspur berjumpa dengan Manchester United. Ketika itu, Dele Alli berhasil mencetak gol ke gawang David de Gea ketika laga baru berusia 11 menit. Merasa kemenangan sudah ada di depan mata, Alli langsung melakukan selebrasi ala salah satu tokoh dalam game Fornite yakni The Floss Dele Alli.

 

Hampir mirip dengan final FA Cup 2015/16, di akhir laga Tottenham Hotspur yang sempat tersenyum di awal laga justru harus meringis serta menangis usai Manchester United mampu mencetak dua gol balasan melalui Alexis Sanchez serta Ander Herrera. Pasca pertandingan berakhir, Dele Alli langsung mendapatkan kecaman dari berbagai pihak yang dianggap terlalu menganggap remeh tim lawan dengan gol cepat yang mampu ia ciptakan.

 

Salah satu tokoh sepakbola yang menyoroti selebrasi joget nan menyindir kubu lawan adalah legenda Chelsea, Frank Lampard. Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Chelsea ini bahkan tak ragu mengatakan kalau Alli telah mempermalukan dirinya sendiri usai melakukan selebrasi gol tersebut. Lebih lanjut, sosok yang saat ini dipercaya menangani Derby County juga mengatakan agar Alli dan setiap pemain sepakbola lainnya untuk tidak melakukan selebrasi kemenangan terlalu dini.