Cerita Pilu Pemilu Dari Yang Sakit, Meninggal Hingga Gantung Diri

Foto: Harianjogja
Sumber.com - Pemilu 2019 telah berlangsung pada 17 April lalu. Saat ini Komisi Pemilhan Umum (KPU) masih melakukan perhitungan suara. Dibalik pesta demokrasi lima tahunan tersebut, ternyata tersimpan kisah pilu yaitu ada yang sakit, meninggal dunia hingga gantung diri.
Diketahui, jajaran Pengawas Pemilu yang mengalami sakit dan menjalani rawat inap berjumlah 85 orang tersebar di 21 Provinsi dan 43 Kabupaten/Kota. Sementara itu, yang jalani rawat jalan berjumlah 137 orang tersebar di 20 Provinsi dan 52 Kabupaten/Kota.
Kemudian jajaran Pengawas Pemilu yang mengalami tindak kekerasan berjumlah 15 orang yang tersebar di 11 Provinsi dan 14 Kabupaten/Kota. Adapun jajaran Pengawas Pemilu yang mengalami kecelakaan pada saat bertugas berjumlah 74 orang yang tersebar di 20 Provinsi dan 47 Kabupaten/Kota.
Data untuk jajaran Pengawas Pemilu yang meninggal dunia berjumlah 14 orang yang tersebar di lima Provinsi dan 11 Kabupaten/Kota.
Sementara Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) 21, Padukuhan Pisangan, Kelurahan Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) bunuh diri dengan cara menggantung diri. Belum diketahui apa penyebab korban nekat akhiri hidupnya. Namun kuat dugaan karena masalah pribadi.
Kapolsek Sleman Kompol Sudarno mengatakan, korban bernama Tugiman, 53, warga Kelurahan Tridadi. Peristiwa itu diketahui pertama kali oleh salah seorang anggota keluarganya pada pukul 09.30 WIB, Jumat (19/4).
“Gantung diri di jemuran belakang dapur rumah. Jadi itu di luar rumah kejadiannya. Informasi terakhir dia pulang dari kebun, setelah itu baru diketahui gantung diri,” katanya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (19/4).
Setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggalnya karena murni gantung diri. Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan. Sementara dari penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, saat bertugas sebagai KPPS korban diketahui tidak bermasalah. Korban juga diketahui telah menyelesaikan tugasnya di TPS.
“Korban sudah selesai tugas di TPS. Sepulangnya, kemudian ke kebun. Jenazahnya Sudah dimakamkan sore tadi. Motifnya kemungkinan karena masalah pribadi,” ucapnya.
