Ada Peran Kasus Romy Dibalik Anjloknya Suara PPP di Pemilu 2019

Ada Peran Kasus Romy Dibalik Anjloknya Suara PPP di Pemilu 2019

752635 suharso monoarfa

Foto: Tagar.id

 

Sumber.com - Berdasarkan hasil quick count beberapa lembaga survei, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengalami penurunan suara yang signifikan. Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

 

Salah satunya adalah kasus jual beli jabatan yang dilakukan Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romy).

 

Menurut Suharso, kasus Romy membuka celah dari kubu Paslon 02 untuk melakukan serangan politik. 

 

"Banyak di lumbung suara kami itu kan di mana 02 mungkin kita semacam diadili lah oleh mereka, entah black campaign segala macam. Termasuk kasusnya saudara Romahurmuziy, jadi titik masuk buat mereka," kata Suharso di Resto Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis (18/4).

 

Suharso menyebut suara partainya tergerus antara lain di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, serta Banten. Khusus di Jakarta, kata Suharso, kubu 02 masih memainkan isu PPP sebagai partai pengusung penista agama.



"Jadi saya ingin mengatakan bahwa sampai segitunya kebencian dirasukan kepada publik. Itu kan salah," sambungnya.

 

Lebih lanjut Suharso menyebut bahwa dalam hal ini, pihak oposisi melakukan persaingan yang tak biasa, bahkan cenderung berbau hal diluar irasional. Disebutkan Suharso, oposisi sudah menggigit suara di basis PPP.

 

"Kalau masalahnya hanya persaingan biasa menurut kami enggak apa-apa. Tapi ini perbuatannya sudah di luar hal yang sifatnya rasional lah. Jadi sudah menggigit kami punya suara-suara yang memang basis kami," tegasnya. 

 

Diketahui, berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei, partai berlambang Kakbah itu hanya mendapat perolehan suara di kisaran 4 hingga 4,6 persen. Pada Pemilu 2011, PPP memperoleh suara 8.157.488 atau sekitar 6,53 persen.