Edwin Van Der Sar : Tidak Ada yang Menyangka Ajax Telah Capai Level Seperti Ini

Edwin Van Der Sar : Tidak Ada yang Menyangka Ajax Telah Capai Level Seperti Ini

Edwin Van Der Sar

Edwin Van Der Sar via twitter

 

Sumber.com - Diangkatnya Edwin Van Der Sar menjadi direktur sepakbola Ajax Amsterdam pada 2016 mulai merubah strategi dan cara pandang klub terhadap para pemain hingga kebijakan klub dalam merekrut pemain dan menghasilkan pemain dari akademi "Toekomst" yang sudah termashyur itu.

 

Edwin Van Der Sar ingin menanamkan stigma bahwa Ajax adalah klub terbaik di Belanda dan penghasil para pemain hebat. Van Der Sar mulai kembali ke cara lama klub mempromosikan para pemain muda seperti eranya dahulu dimana setidaknya ada 7 pemain bersamaan masuk ke tim utama dari akademi dan tidak menjual para pemain terbaiknya secara bersamaan demi sebuah generasi hebat.

 

Van Der Sar juga sangat peduli memantau para pemain yang bertebaran di klub-klub Belanda untuk diambil dan bergabung dengan Ajax. Saat dia bergabung, dia mengambil Hakim Ziyech (Twente), David Neres (Sao Paolo), Davinson Sanchez (Atletico National), Bertrand Traore (Chelsea) serta sederet pemain Ajax U21 dan U19 dalam diri Frenkie De Jong, Matthijs De Ligt, Kasper Dolberg, Vaclav Cerny, Justin Kluivert hingga Abdelhak Nouri.

 

Setahun kemudian mereka pun tampil di Final Europa League 2017 sebelum dikalahkan Manchester United dan Jose Mourinho. Sampai saat itu orang-orang hanya menganggap Ajax hanya kebetulan saja mencapai final. Namun sesungguhnya Ajax sedang berevolusi menjadi tim yang lebih kuat secara skuat dan membangun mental juara di Eropa.

 

Ketika ada satu pemain top yang diminati, Ajax akan melepasnya maksimal 2 pemain dan menjual ketika nilainya memang diatas harga sang pemain dan kembali mencari penggantinya yang lebih murah. Davinson Sanchez, Amin Younes, Bertrand Traore pergi datanglah Nicolas Tagliafico, Dusan Tadic, Danny Blind hingga pemain muda Noussair Mazroui. Dan kini mereka menjadi pondasi para pemain di skuat utama.

 

 

"Kami tidak akan menjual 7 pemain dari tim ini dan memilih untuk tetap kompetitif dan meraih level lebih baik lagi di musim selanjutnya. Namun musim ini belum sepenuhnya berakhir. Kami masih memiliki beberapa bulan menarik ke depan dan memiliki peluang mendapatkan 3 trofi" tutur Van Der Sar. 

 

Menurutnya seperti dilansir dari Guardian, sejujurnta tidak ada yang menyangka Ajax akan meraih level kompetitif seperti ini. Kami mengalahkan tim-tim kuat Eropa dan memulai Liga Champions bahkan dari kualifikasi pertama untuk bisa sampai di semifinal. Van Der Sar pun bercerita musim lalu mereka memanggil tujuh anak muda paling berbakat Ajax di skuat utama untuk berbicara dan presentasi khusus didepan petinggi klub

 

"André Onana, Matthijs De Ligt, Donny van de Beek, Frenkie de Jong, Justin Kluivert, Kasper Dolberg dan David Neres datang ke pertemuan itu. Mereka ditunjukkan video, dibuat hanya untuk mereka, di mana mereka masing-masing dibandingkan dengan pemain ikonik dari masa lalu klub yang bermain di posisi mereka. Pesan itu tegas. Van der Sar mengambil cerita itu. “Kami mengatakan: 'Jika Anda ingin menjadi legenda Ajax Anda harus memenangkan sesuatu yang besar'. Di mata saya itu benar-benar inspirasional. " tegas Van Der Sar.

 

Cita-cita membentuk tim yang sukses di masa mudanya adalah seperti Ajax klasik baik di eranya atau era sebelumnya. Karena diera 90an dimana dia menjadi pemain Ajax menjadi momen terakhir Ajax berprestasi di Eropa dengan para pemain mudanya. Van der Sar yang menjadi CEO Ajax pada 2018 dan Marc Overmars yang menggantikannya sebagai direktur teknik mempunyai 1 visi yang sama.

 

 “Marc dan saya sendiri adalah pemain. Kami telah membawa Jax pada titik tertentu dan mencari impian untuk menemukan tantangan lain dan kami tahu itu akan terjadi. Itu bukan masalah selama mereka memberikan dua, tiga, empat tahun pelayanan yang baik untuk klub, memenangkan liga, bermain sepakbola yang luar biasa. Maka kamu bisa pergi. Juga, agar para pemain muda dari akademi memiliki jalur ke tim utama, kita perlu membuka ruang. Jika Anda tidak memiliki ruang maka bakat di bawahnya mati lemas. ”

 

Hasil kemenangan 0-1 di kandang Tottenham membuat mimpi Van Der Sar untuk membawa Ajax meraih trofi bukanlah basa-basi melainkan sebuah proses penantian yang dilakukan secara bertahap.